Review The Blood of Dawnwalker – Rebel Wolves merupakan studio baru yang dipimpin oleh mantan pengembang The Witcher dari CDPR yaitu Konrad Tomaszkiewicz. Dengan pengalamannya mengembangkan GOTY tersebut, kini Rebel Wolves telah merilis game terbaru mereka yaitu The BLood of Dawnwalker.

Kami berkesempatan untuk memainkan game The Blood of Dawnwalker terlebih dahulu sebelum gamenya rilis. Dan di artikel kali ini, Gamebrott akan membagikan review The BLood of Dawnwalker. Seperti apa sih game RPG yang dinanti-nanti para gamer ini?

Saatnya Menyelamatkan Keluarga
Saatnya Menyelamatkan Keluarga

Berikut adalah review Game The Blood of Dawnwalker berdasarkan pengalaman bermain penulis setelah memainkan game ini.

Abad Ke-14 dengan Unsur Vampir

Abad Pertengahan Dengan Unsur Vampir
Abad Pertengahan Dengan Unsur Vampir

The Blood of Dawnwalker bercerita tentang Coen, seorang pemuda yang hidup di sebuah desa kecil yang dikuasai oleh Brencis sang Vampire Lord. Desa ini bisa dibilang dilindungi oleh sang vampir namun tentunya perlindungan ini memiliki bayaran.

Petualangan Coen tentunya dimulai saat dirinya masih seorang manusia. Dengan mengikuti prologue yang unik, kita akan mengikuti perkembangan cerita hingga proses sang MC menjadi Dawnwalker, dimana dirinya menjadi manusia di siang hari dan vampir di malam hari.

Deadline 30 Hari!

Cuma Punya Waktu 30 Hari
Cuma Punya Waktu 30 Hari

Hal yang menjadi keunikan game ini adalah hadirnya sistem Deadline untuk misi utamanya. Coen harus menyelamatkan keluarganya dari Brencis dalam 30 hari dalam game. Dan ini membuat waktu menjadi sebuah sumber daya yang sangat berharga.

Pemain harus memaksimalkan waktu yang tersedia untuk menjadi kuat dan siap menghadapi Brencis. Dengan berbagai misi yang tersedia, ini membuat permainan menjadi lebih menarik dimana meskipun kamu sudah menamatkan game, kamu dapat mengulangnya kembali dengan mengambil cara yang berbeda.

Setiap Tindakan Akan Memakan Waktu!

Misi Akan Memakan Waktu
Misi Akan Memakan Waktu

Meskipun game ini hanya memberikan tenggat waktu 30 hari untuk misi utamanya, namun waktu yang berlalu dalam game tidaklah seamless atau realtime seperti game Open World RPG pada umumnya.

Dalam 1 hari, terdapat 16 bar waktu yang bisa kamu gunakan untuk beraktivitas yang dibagi 2 sehingga kamu pada dasarnya memiliki masing-masing 8 bar baik di siang hari maupun malam hari.

Bar waktu di The Blood of Dawnwalker akan bertambah tergantung dengan pilihan pemain saat mengerjakan sesuatu seperti misi utama, misi sampingan, atau aktivitas lainnya. Seperti misalnya dalam prologue kamu diharuskan mengambil obat dan disuruh pulang ketika telah mengambilnya. Pada sesi ini, kamu diberi pililhan untuk langsung pulang atau menghabiskan bar waktu untuk mengerjakan aktivitas lain.

Dan saat deadline telah dimulai, kamu harus memaksimalkan waktu yang kamu miliki. Kami menemukan beberapa misi sampingan yang memberikan pilihan seperti menunggu pagi hari, atau langsung saja menyerang agar menghemat waktu. Dan tentu, pilihan ini kembali ke tangan pemain apakah mereka masih sempat menunggu ataukah ingin langsung menyelesaikannya.

Pilihan Berdampak Terhadap Berbagai Hal

Quest Berikan Opsi Dialog
Quest Berikan Opsi Dialog

Meskipun game ini bisa dikatakan memiliki skala yang kecil, namun pemanfaatan ukurannya sangat baik. Hal ini terlihat dari dampak yang diberikan dari setiap pilihan yang dipilih saat bermain.

Semua aktivitas yang dilakukan pemain mulai dari membantu NPC saat mengerjakan Side Quest mereka berdampak dalam dunia game ini. Dampaknya pun bervariasi mulai dari dampak kecil hingga besar.

2 Gameplay, Siang dan Malam

Bisa Main Siang Dan Malam
Bisa Main Siang Dan Malam

Seperti penjelasan diatas, Game ini memiliki sistem siang malam. Dan sebagai game bertemakan vampir yang mampu hidup di siang hari, tentunya gameplay yang dihadirkan dari 2 sesi ini bisa berbeda.

Coen dipersenjatai dengan keahilan pedang, Witchcraft (sihir), dan juga kekuatan vampir. Dan kekuatan yang dimiliki Coen ini tidak selalu dapat diakses dimana kekuatan-kekuatan ini hanya dapat diakses hanya di siang hari atau hanya digunakan di malam hari.

Pada Siang hari, pada umumnya Coen akan bertarung menggunakan pedang dan sihir. Sementara itu pada malam hari, Coen tetap dapat bertarung menggunakan pedang, namun dirinya juga dapat mengakses kekuatan vampirnya.

Lebih uniknya lagi, Equipment Coen dapat disesuaikan untuk siang dan malam dimana terdapat fitur yang memisahkan penggunaan Armor dan perlengkapan lainnya untuk siang dan malam. Jika kamu malas, kamu juga masih tetap dapat menggunakan Gear yang sama baik siang dan malam.

Tujuan adanya fitur ini adalah penyesuaian gameplay untuk siang dan malam dimana beberapa equipment tentunya lebih kuat digunakan di siang atau malam hari saja sehingga kamu bisa bermain dengan variasi yang lebih banyak.

Menyerang Dengan Arah

Serangan Dari Berbagai Arah
Serangan Dari Berbagai Arah

Sistem pertarungan dalam game The Blood of Dawnwalker cukup simpel dimana pemain dapat melakukan serangan, menghindar, block serangan, dan bahkan melakukan parry jika timingnya tepat.

Dan menariknya lagi, serangan dan cara menahan ini dilakukan dengan menggunakan arah. Saat menyerang, pemain dapat menggunakan arah untuk menentukan arah serangan apakah dari kiri, kanan, atas, bawah, atau bahkan diagonal.

Begitu juga saat melakukan block atau parry, pemain harus melihat arah serangan lawan dan meresponnnya dengan arah yang sama. Memang, gaya bertarung seperti ini sudah terlihat dari game lain seperti Kingdom Come: Deliverance, namun pada game ini pertarungan lebih aktif dan memiliki tempo yang lebih cepat.

Banyak Jalan Menuju Brencis
Banyak Jalan Menuju Brencis

Untuk mencapai Brencis, kamu harus melalui para anah buahnya terlebih dahulu. Sistem ini terlihat seperti fitur Investigation di Assassin’s Creed Mirage atau Nemesis System seri Middle-Earth.

Kamu harus menyelesaikan berbagai hal untuk bisa menyelesaikan game ini. Dan setiap target ini memiliki Anger Level yang saat mereka penuh akan membuka Side Quest untuk target tersebut.

Memang, ini merupakan Side Quest, namun ini bisa menjadi cara agar kamu bisa mengumpulkan informasi dan memperkuat serta mempersiapkan Coen agar dapat berhadapan dengan Brencis.

Tak Perlu Kuda!

Map Tak Besar
Map Tak Besar

Biasanya dalam game Open World terutama era abad ke-14, game menyediakan metode transportasi seperti kuda. Dan The Blood of Dawnwalker tidak menyediakan hal tersebut. Ini bukan berarti sebuah kekurangan, karena game ini menyediakan cara transportasi yang unik.

Saat siang hari, Coen dapat menggunakan Witchcraft untuk berlalu lebih cepat. Sementara itu saat malam hari, Coen dapat menggunakan kekuatan vampirnya seperti Shadowstep untuk teleport ke berbagai sudut dan bahkan berjalan di dinding.

Dan dengan ukuran map yang tidak begitu luas, keputusan ini merupakan keputusan yang tepat dan membuat Coen seperti seorang protagonis yang memiliki berbagai cara untuk mencapai titik tertentu tanpa perlu bantuan transportasi seperti Kuda.

Tak Bisa Gegabah

Perhatikan Tengkorak Di Misi
Perhatikan Tengkorak Di Misi

Sebagai Coen, tentunya dirinya ingin menyelamatkan keluarganya secepat mungkin. Dan kita sebagai pemain juga ingin menyelesaikannya secepat mungkin. Namun, jika pemain memaksakan diri, pertarungan tentunya akan sangat sulit.

The Blood of Dawnwalker memiliki fitur saran ketika pemain tidak cukup kuat untuk melakukan sesuatu. Hal ini ditandai dengan warna tengkorak dimana jika tengkorak sudah menandakan warna orange atau merah, pertarungan akan sangat sulit karena Coen belum cukup kuat.

Solusinya? Leveling terlebih dahulu dengan mengerjakan berbagai misi sampingan atau melawan musuh untuk mendapatkan level dan equipment/gear yang lebih kuat. Meksipun ini membuat waktu semakin menipis, setidaknya kamu bisa menyelesaikan permainan dengan lebih mudah.

Kesimpulan, Jangan Buru-Buru!

Jangan Gegabah
Jangan Gegabah

The Blood of Dawnwalker memang game yang tidak begitu besar dibanding game RPG Open-World lain. Dan waktu yang diberikan juga terbatas sehingga semua tindakan harus diperhitungkan terlebih dahulu.

Namun, inilah yang membuatnya menjadi menantang. Karena dengan banyaknya opsi dan terbatasnya waktu, pemain bisa mencoba berbagai cara di setiap permainannya sehingga nilai replayability game ini cukup tinggi.

Dengan mekanik pertarungan yang asyik, dan besarnya dampak pemain terhadap dunia membuat game ini menjadi salah satu game yang solid dan membuat memainkannya tidak membosankan.

Dualitas gameplay siang dan malamnya juga menjadi nilai plus bagi kami saat memainkan game ini. Fitur-fitur dari game ini membuat The Blood of Dawnwalker menjadi game yang sangat menarik.

Kami merekomendasikan game ini untuk kamu yang menyukai game RPG, Action, dan juga penikmat cerita yang unik. Rebel Wolves benar-benar memberikan pengalaman bermain yang sangat asyik untuk game perdana mereka.

Review Summary

The Blood of Dawnwalker memang game yang tidak begitu besar dibanding game RPG Open-World lain. Namun, inilah yang membuatnya menjadi menantang. Karena dengan banyaknya opsi dan terbatasnya waktu, pemain bisa mencoba berbagai cara di setiap permainannya sehingga nilai replayability game ini cukup tinggi.

Criteria

Gameplay

95

Graphics

95

Story

100

Sound & Music

90

Pros

  • Gameplay Loop Unik
  • Pilihan Berdampak dengan Dunia
  • Combat yang seru
  • Pemanfaatan waktu jadi Fitur yang Unik

Cons

  • Peningkatan Skill Memakan Bar Waktu
  • Masih ada Bug

Gamebrott Reviews

Gamebrott Reviews

gamebrott.com

More Reviews

Gamebrott Video Game Portal


Baca juga informasi menarik lainnya dari Gamebrott terkait Game Review atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]