Jakarta (ANTARA) - Rumah produksi film "Laut Bercerita" Pal8 Pictures menghadirkan set ruang makan dalam film yang syuting di Semarang tahun lalu, sebagai latar video musik "Matilah Kau Mati" yang dirilis Efek Rumah Kaca di platform musik digital.

Visual ruang makan itu ditampilkan di poster penggoda (teaser poster) video tersebut untuk menggambarkan simbol luka keluarga korban penculikan aktivis 1998 yang tengah menanti kabar dari orang yang telah lama tidak pulang ke rumah.

“Meja makan menjadi salah satu ruang penting dalam cerita Laut Bercerita. Karena itu meja makan juga muncul sebagai latar utama di video musiknya, dan kami tampilkan sebagai teaser poster. Ada keheningan, tapi di sisi lain juga pernah ada kehangatan dari keluarga Wibisana, ada seorang ayah, ibu, kakak dan adik yang saling menyayangi, dan meja makan yang kosong itu tengah menanti kabar dari orang yang telah lama tak pulang," ujar penulis novel Laut Bercerita, Leila S. Chudori dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Duka penantian tanpa kepastian itu dibuka melalui dialog karakter Asmara Jati (diperankan oleh Yunita Siregar) yang mempertanyakan kabar keberadaan kakaknya yang hilang.

Menurut Yunita Siregar, karakter Asmara dalam film layar lebar yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen itu akan menghadirkan karakter yang tegar dan terus merawat ingatannya tentang sang kakak, Biru Laut (Reza Rahadian).

"Meski menanti tanpa kepastian itu berat, tetapi menyerah pada ingatan adalah bentuk kehilangan yang sesungguhnya," kata Yunita.

Di sisi lain, melalui set penting film tersebut, sutradara Khozy Rizal menawarkan gagasan mengenai kehidupan setelah kematian dari karakter Biru Laut yang bangkit sekali lagi sebelum mati, untuk melihat objek-objek diam di sekelilingnya.

"Saya terinspirasi dari novelnya, bagaimana Laut menceritakan kisahnya. Pada saat yang sama, saya juga mengambil elemen-elemen dari lagunya tentu saja, film pendeknya, dan film panjang 'Laut Bercerita'," ujar sutradara dan penulis skrip video musik lagu "Matilah Kau Mati" itu.

Video musik lagu tema film "Laut Bercerita" itu digarap melalui kolaborasi antara grup musik Efek Rumah Kaca dan musisi muda Angan Senja atau Knogg yang dirilis di platform musik digital pada Senin.

Knogg, putra dari vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, dan memiliki riwayat sekolah musik di Oberlin, AS, pun memasukkan keterampilannya memainkan instrumen musik, khususnya terompet, selain menjadi produser, saat membuat aransemen musik lagu tersebut.

“Di sana (Oberlin), ada fokusnya, ada jurusan, tapi jurusan itu kayak jurusan-jurusan seni, seni visual, musik instrumental, musik vokal, tari, teater teknikal, teater. Di sana, saya sebenarnya tidak belajar produksi musik tapi ya, saya belajar terompet, jadi saya bermain terompet," kata Knogg.

Dengan latar belakang akademis yang mendalam di musik, Knogg memahami berbagai pendekatan aransemen musik karena ia belajar teori musik dari aliran barok Johan Sebastian Bach, era kontemporer dan modern.

Kolaborasi itu dapat disaksikan dalam video musik "Matilah Kau Mati" yang peluncurannya mendahului jadwal penayangan versi film panjangnya di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rumah produksi Laut Bercerita hadirkan video musik Matilah Kau Mati

Pewarta: Abdu Faisal
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.