Safira dan Zahra sangat senang Liga Putri Indonesia kembali bergulir - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Dua pesepak bola putri Indonesia Safira Ika dan Zahra Muzdalifah mengaku sangat senang setelah Liga Putri Indonesia kembali bergulir setelah sempat vakum selama tujuh tahun.
Dengan nama Indonesia Women's League (IWL), Liga Putri Indonesia 2026/27 akan digelar pada 17 Oktober mendatang dengan diikuti enam klub, FC Bekasi City, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa.
“Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira yang akan bermain untuk Dewa United itu, dikutip dari keterangan resmi PSSI, Rabu.
Menurut Safira, kehadiran liga memberi dampak langsung terhadap kesiapan fisik pemain. Rangkaian persiapan hingga pertandingan akan membantu menjaga kebugaran, sementara sistem kontrak dipandang sebagai awal jaminan karier di sepak bola profesional.
“Terima kasih kepada Pak Erick Thohir, Bu Vivin, dan para Exco yang telah memperjuangkan ini,” ujar pemain yang menyandang kapten timnas putri Indonesia di berbagai ajang tersebut.
Lalu, pemain FC Bekasi City Zahra Musdalifa menyambut IWL dengan antusias, meski dirinya masih dalam pemulihan cedera dan kemungkinan baru akan tampil pada putaran kedua.
Baginya, kompetisi ini mewujudkan harapan pesepak bola putri tanah air untuk merasakan liga profesional setelah terakhir kali kompetisi serupa dimainkan pada 2019.
“Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Zahra.
Zahra kemudian memandang skema drafting sebagai pilihan tepat pada tahap awal IWL. Penyebaran pemain tim nasional putri Indonesia ke beberapa klub, dengan masing-masing tim diperkuat enam pemain tim nasional, dinilai dapat mengurangi kesenjangan kekuatan.
Ia mengajak pemain non-tim nasional memanfaatkan kompetisi ini untuk membuktikan kualitas serta membuka jalan karier profesional. Format terpusat dan keterlibatan enam klub diharapkan menjadi fondasi kompetisi putri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia.
Selain pemain, antusias yang sama juga diungkapkan pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, yang menilai IWL sebagai momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri. Kompetisi perdana ini, kata dia, menjadi tolok ukur baru untuk melihat kelayakan dan perkembangan pemain putri potensial.
“Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ucap Diego.
Liga Putri Indonesia 2026/27 akan kick-off pada 17 Oktober dengan laga pembuka yang mempertemukan antara Persija melawan Persita di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.