Liputan6.com, Jakarta - Syaiful Bahri alias Bajak Laut mengaku pernah mengambil uang tunai senilai USD406 ribu yang disebut sebagai titipan untuk mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex.

Mantan staf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengungkapkan pengalamannya tersebut saat menjadi saksi dalam sidang pembuktian perkara dugaan korupsi pengaturan kuota haji tambahan 2023-2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Syaiful mengatakan, dirinya awalnya mendapat pesan WhatsApp dari seseorang bernama Asrul pada 2024. Dalam pesan tersebut, ia diminta datang ke sebuah kantor di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, untuk mengambil barang titipan yang disebut akan diberikan kepada Gus Alex.

“Saya itu ada yang menghubungi, katanya ada titipan untuk Gus Alex. Waktu itu ada yang WA ke saya atas nama Pak Asrul. Kantornya di Mampang,” kata Syaiful menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Syaiful kemudian datang ke lokasi menggunakan mobil. Ia bahkan membuka bagasi karena mengira barang yang akan dibawa cukup banyak.

Namun, setibanya di sana, barang yang diberikan kepadanya ternyata hanya sebuah tas tenteng.

"Tak (saya) kira kan barangnya banyak. makanya saya buka bagasi mobil. Tak kirain kan sebelumnya ada buku juga yang dititipin untuk Gus Alex gitu. Makanya kalau harus bawa mobil. 'Lho kok cuman sedikit?', saya bilang gitu. Katanya barangnya banyak," ungkap Syaiful di hadapan majelis hakim.

Saat tas tersebut dibuka, Syaiful mengaku terkejut karena isinya bukan buku atau dokumen, melainkan uang tunai dalam pecahan dolar Amerika Serikat.

"Habis itu kan bisa dibuka. ‘Lho, kok uang,’ saya bilang gitu. Bentuknya betul-betul uang. Ada tulisan US$406.000,” sambungnya.

Syaiful mengatakan dirinya kemudian membawa uang tersebut dan keesokan harinya melaporkannya kepada Gus Alex di kantornya.

“Saya langsung besoknya ketemu beliau di kantor. Saya (bilang), ‘Pak, saya kemarin ada yang menghubungi atas nama ini dan kemudian begitu titipan saya ambil, ternyata uang. Uangnya ini.’ Kata beliau, ‘Ya sudah, kamu hubungin balik, ini untuk apa.’ Tapi nomornya tidak aktif saat saya WA,” jelas Syaiful.