Banda Aceh (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, menyatakan dana transfer keuangan daerah (TKD) Aceh sebagiannya diperuntukkan untuk membantu pemulihan ekonomi pascabencana, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jaringan irigasi dan lainnya.

"Infrastruktur jalan ini bagian dari ekonomi, irigasi juga bagian dari ekonomi," kata M Nasir saat diwawancarai di Banda Aceh, Minggu.

Seperti diketahui, Aceh memperoleh alokasi Rp1,65 triliun dana tambahan TKD 2026. Kemudian, Rp824 miliar disalurkan kepada kabupaten/kota dalam rangka penanganan pascabencana hidrometeorologi

"TKD tidak ada masalah. TKD Rp824  semuanya sedang berjalan. Dibagi ke 15 SKPA untuk melaksanakan penanggulangan bencana. Ada rehab rekon, sampai dengan bantuan pendidikan anak-anak terdampak bencana," ujarnya.

"Kita tentu harus mulai dengan infrastruktur. Dan ini sudah kita lakukan. Irigasi, kemudian pembersihan beberapa ruas jalan, termasuk dengan pembangunan jalan," ujarnya.

Selain itu, Nasir menuturkan bahwa Aceh juga mendapatkan tambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp515 miliar untuk pembersihan sekitar 40 ribu lahan persawahan terdampak bencana baik ringan maupun sedang.

"Kita selesaikan ini. Kemarin kita juga dapat dana Rp515 miliar untuk pembersihan 40 ribu hektare lebih lahan sawah yang rusak ringan dan sedang," katanya.

M Nasir menambahkan, untuk lahan rusak ringan dan sedang tersebut direncanakan bakal dikerjakan tahun ini. Tetapi, lahan yang kategori rusak berat sekitar 16 ribu hektare lebih diprogramkan tahun depan.

"Kalau lahan rusak ada 57 ribu hektare semuanya. Karena rusak berat sekitar 16 ribu hektare, dan ini akan diperbaiki di tahun yang akan datang (2027)," demikian Sekda Aceh.

Baca: TKD Aceh: Dana Besar, Pertanyaan Lebih Besar
 

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.