Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal
Liputan6.com, Jakarta - Sekolah Alam Anak Pesisir di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat menjadi wadah bagi anak-anak untuk pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Program yang menjangkau 135 penerima manfaat ini menjadikan alam sebagai ruang belajar bagi anak-anak pesisir. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga belajar mengenal ekosistem mangrove, menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas, serta memahami potensi ekonomi di wilayah tempat mereka tumbuh.
Sekolah Alam Anak Pesisir di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat digagas PT Pertamina Patra Niaga untuk mendorong pemberdayaan masyarakat pesisiryang berjalan sejak 2024.
VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui pengembangan potensi masyarakat dan peningkatan akses pendidikan.
“Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak. Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ujar Dian, Minggu (11/10/2026).
Dari aspek lingkungan, program ini telah mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove untuk rehabilitasi pesisir, dengan potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO₂ per hektare. Pada aspek pendidikan, sebanyak 1.772 peserta telah terlibat dalam 11 kegiatan pembelajaran pesisir, dengan 860 kunjungan per tahun ke destinasi edukasi mangrove dan pesisir.
Sementara itu, dari aspek ekonomi, program menghasilkan tambahan pendapatan kelompok berbasis potensi lokal sebesar Rp 24 juta per tahun dan efisiensi biaya energi sebesar Rp 6,6 juta per tahun melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini juga memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir.