Tesla ganti nama fitur bantuan mengemudi jadi "Assisted Driving"
Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal Amerika Serikat (AS), Tesla mengambil keputusan untuk mengubah nama fitur bantuan mengemudi canggihnya di Eropa dari Full Self-Driving (Supervised) menjadi Tesla Assisted Driving.
Tech Crunch pada Sabtu (10/10) waktu setempat melaporkan bahwa langkah ini dilakukan setelah regulator menilai nama lama, berpotensi menyesatkan konsumen karena kendaraan masih membutuhkan pengawasan pengemudi.
Perubahan tersebut muncul di situs resmi Tesla untuk sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Spanyol, Slovakia, dan Belanda. Sementara itu, situs Tesla di Amerika Serikat masih menggunakan nama Full Self-Driving (Supervised).
Baca juga: Tesla tiadakan fitur radio pada model mobil terbarunya
Perubahan nama ini juga berkaitan dengan upaya Tesla, dalam memperoleh persetujuan penggunaan sistem tersebut secara lebih luas di Eropa.
Kementerian Transportasi Jerman sebelumnya menilai istilah Full Self-Driving tidak sepenuhnya menggambarkan kemampuan teknologi itu, karena sistem belum mengambil alih seluruh tugas mengemudi.
Menteri Transportasi Jerman Steffen Bilger menyebut nama tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Setelah berdiskusi dengan Tesla, perusahaan menyarankan penggunaan nama baru.
Baca juga: Tesla mendapat gugatan dari pengguna Model X di AS
Pemerintah Jerman kemudian menyatakan akan mendukung upaya persetujuan sistem itu di tingkat Uni Eropa.
Meski namanya berubah, teknologi tersebut tetap merupakan sistem bantuan mengemudi yang membutuhkan pengawasan manusia.
Fitur ini dapat membantu mengendalikan kemudi, akselerasi, pengereman, hingga parkir, tetapi pengemudi harus tetap memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kendaraan.
Baca juga: Hanya merek mobil ini yang nekat ganti wiper tradisional dengan laser
Perdebatan mengenai penamaan fitur ini menjadi bagian dari tantangan Tesla dalam memperluas penggunaan teknologi bantuan mengemudi di Eropa.
Sejumlah regulator, sebelumnya telah memperingatkan bahwa istilah Full Self-Driving dapat membuat konsumen mengira kendaraan mampu berjalan secara otonom tanpa pengawasan.
Bagi Tesla, perubahan nama tersebut menjadi langkah strategis untuk meredakan kekhawatiran regulator sekaligus membuka peluang adopsi teknologi bantuan mengemudi di pasar Eropa.
Namun, penggunaan nama baru tidak berarti kendaraan telah mencapai kemampuan mengemudi otonom sepenuhnya.
Baca juga: Teknologi Tesla dikritik pesaingnya Waymo
Baca juga: Tesla gulirkan perangkat lunak Full Self-Driving Supervised V14
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- tesla
- fitur tesla
- fitur keselamatan