Jakarta (ANTARA) - Silver Media Group menggandeng legenda tinju Indonesia, Chris John, untuk mengembangkan seri animasi baru berjudul "Dragon's Dojo" menurut warta Variety pada Senin (10/8).

Perusahaan asal Singapura itu menurut laporan Variety sudah meneken nota kesepahaman dengan Chris John untuk mengembangkan "Dragon’s Dojo", sebuah serial animasi vertikal yang dirancang khusus untuk perangkat seluler dan diangkat dari cerita rakyat Indonesia.

Kolaborasi dalam penggarapan proyek animasi yang menandai babak pertama ASERYA Asian Mythology Franchise itu mempertemukan Silver Media Group dengan Chris John, eksekutif televisi Harun Kurniawan, serta Koollab Studios.

"Dragon’s Dojo" akan menjadi pembuka ASERYA Universe, waralaba mitologi Asia yang saling terhubung serta mencakup animasi, komik, gim, dan produk suvenir.

"'Dragon’s Dojo' adalah awal dari perjalanan tersebut di Indonesia; proyek ini memadukan warisan sosok juara sejati seperti Chris John dengan kekuatan mitologi, aksi, dan penceritaan yang sarat akan nilai-nilai kehidupan," kata Chan Gin Kai, pendiri sekaligus CEO Silver Media Group.

Semesta cerita ASERYA memadukan tokoh dunia nyata dengan karakter utama berusia muda serta menghadirkan unsur cerita rakyat dan makhluk mitos dari berbagai penjuru benua Asia untuk memperkenalkan kisah-kisah Asia kepada audiens global.

Dalam "Dragon’s Dojo", Chris John hadir sebagai karakter animasi kepala instruktur sekaligus mentor di akademi bela diri Dragon’s Dojo, yang membina anak-anak muda yang menghadapi kesulitan hidup.

Baca juga: Mantan petinju Ellyas Pical dan Chris John dapat penghargaan KONI

Chris John mengatakan bahwa seni bela diri bukan hanya mengajarkan cara bertarung, melainkan juga disiplin, rasa hormat, keberanian, serta cara menghadapi tantangan hidup.

"Sepanjang karier saya, tinju telah mengajarkan bahwa kemenangan terbesar tidak hanya diraih di atas ring, tetapi juga saat kita berhasil mengatasi tantangan yang kita hadapi sehari-hari," katanya.

Menurut dia, "Dragon’s Dojo" akan menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam petualangan seru anak-anak muda yang menemukan kekuatan, tujuan hidup, dan keberanian untuk menapaki jalan mereka sembari menyelami kekayaan mitologi Indonesia.

Harun mengatakan bahwa "Dragon’s Dojo" menghadirkan kesempatan untuk mengemas kisah, legenda, dan warisan budaya Indonesia dalam format kontemporer dan memperkenalkannya kepada audiens di seluruh dunia.

"Kami menciptakan karya yang mencerminkan kebanggaan Indonesia sekaligus menjadi bagian dari semesta penceritaan Asia yang jauh lebih luas," katanya.

Serial animasi "Dragon’s Dojo" saat ini dalam tahap pengembangan. Perincian mengenai produksi dan jadwal peluncuran serial itu belum diumumkan.

Salah satu pendiri Koollab Studios, Oliver Guse, menyebut "Dragon’s Dojo" sebagai peluang menarik untuk memadukan visi kreatif dengan berbagai kemungkinan produksi baru serta membawa kekayaan budaya dan mitologi Indonesia ke hadapan audiens global.

Baca juga: KBRI pertemukan pelaku industri film dan animasi RI dan China

Baca juga: Film animasi "Garuda di Dadaku" dijadwalkan tayang tahun 2026

Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.