Strength Training Makin Efektif Jika Dipantau Menggunakan Jam Tangan Pintar
Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:08 WIB
VIVA – Latihan strength training atau latihan kekuatan tidak hanya soal mengangkat beban seberat mungkin. Jumlah repetisi, set, waktu istirahat, detak jantung, hingga konsistensi latihan turut menentukan bagaimana seseorang menjalankan program kebugaran.
Baca Juga
Di tengah perkembangan teknologi wearable, jam tangan pintar kini mulai menawarkan fitur yang secara khusus dirancang untuk membantu mencatat latihan kekuatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perangkat tertentu bahkan dapat menghitung repetisi, mencatat set, mengukur detak jantung, memberikan waktu istirahat, serta menyimpan beban yang digunakan.
Baca Juga
Dikutip VIVA Selasa, 18 Agustus 2026, Kehadiran fitur tersebut membuat smartwatch bukan lagi sekadar perangkat untuk melihat notifikasi atau menghitung langkah.
Bagi orang yang rutin melakukan latihan kekuatan, jam tangan pintar dapat menjadi alat bantu untuk membuat sesi latihan lebih terukur.
Baca Juga
Salah satu fitur yang paling menarik adalah kemampuan smartwatch menghitung repetisi secara otomatis.
Pada perangkat Garmin yang mendukung fitur tersebut, jam dapat mendeteksi jumlah repetisi selama satu set. Pengguna kemudian dapat mengoreksi jumlah repetisi jika perhitungan perangkat tidak sesuai.
Fitur seperti ini berguna ketika seseorang ingin fokus pada gerakan tanpa harus terus-menerus mengingat jumlah repetisi yang sudah dilakukan.
Waktu Istirahat Jadi Lebih Teratur
Istirahat antars et menjadi bagian penting dalam latihan kekuatan. Jika terlalu singkat, seseorang mungkin belum pulih dengan cukup ketika kembali mengangkat beban. Sebaliknya, istirahat terlalu lama dapat membuat sesi latihan menjadi kurang efisien.
Smartwatch tertentu menyediakan rest timer setelah pengguna menyelesaikan sebuah set. Banyak dari produksi jam tangan pintar secara otomatis menampilkan penghitung waktu istirahat setelah satu set selesai pada mode Strength.
Detak Jantung Memberikan Gambaran Tambahan
Strength training memang berbeda dari olahraga kardio. Karena itu, detak jantung tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan latihan kekuatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, data detak jantung tetap dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana tubuh merespons sesi latihan.
Sejumlah smartwatch dapat menampilkan detak jantung secara langsung ketika strength training berlangsung. Garmin, misalnya, mencantumkan detak jantung sebagai salah satu data yang dapat ditampilkan pada aktivitas latihan kekuatan di perangkat tertentu.
Halaman Selanjutnya
Membantu Melihat Konsistensi