Jakarta -

Pergantian posisi Menteri Keuangan, sebelumnya Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Suahasil Nazara, diharapkan dapat memberi kebaikan bagi industri operator seluler.

Ketika ditemui di Halim, Jakarta Timur, Senin (14/9/2026), Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys mengungkapkan industri telekomunikasi telah berada dalam kondisi yang kurang ideal selama lebih dari 2-3 tahun terakhir.

Penataan ulang beban Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diharapkan dapat terjadi, mengingat selama ini dinilai terlalu berat. Padahal, pelemahan kemampuan investasi infrastruktur dikhawatirkan dapat mengancam kesiapan Indonesia dalam mencapai target Indonesia Emas 2045.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini menjadi penting karena pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan akan semakin bergantung pada sektor ekonomi digital. Ekonomi digital patut ditopang oleh infrastruktur telekomunikasi yang sehat dan kuat.

"Ekonomi digital itu hanya bisa jalan dan tumbuh kalau basic platform yang namanya infrastruktur telekomunikasinya juga sehat. Dan di sinilah semua investasi (berasal -- red)," kata Merza.

Pemerintah dikatakan perlu turun tangan sehingga beban yang dipikul industri telekomunikasi tidak makin mencekik. Usulan yang dia berikan adalah rebalancing kontribusi terhadap negara, tujuannya agar target PNBP tidak sepenuhnya bergantung pada operator seluler.

"Industri digital ini pemainnya, landscape-nya sudah banyak pelaku-pelaku baru. Nah, pelaku-pelaku baru ini yang menikmati faedah daripada digital itu. Mari kita tanggung bersama kebutuhan negara dalam mengembangkan ini," ajaknya.

Kemudian, Merza memberikan gambaran. Misalnya, pemerintah menargetkan PNBP sektor ini pada Rp 50 triliun, maka kontribusi operator seluler tidak seharusnya dibebankan hingga 80%. Siapa yang mendapatkan manfaat lebih besar, maka semakin besar pula kewajiban yang harus ditunaikan.

"Yang manfaatnya sudah mulai menyusut, kewajibannya jangan besar-besar. Sehingga semuanya tetap sehat," tandasnya.

(ask/ask)

TAGS

LIHAT LAINNYA