Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Jakarta, VIVA – Perawatan wajah kini tidak lagi hanya mengandalkan cermin dan pengalaman pribadi. Perkembangan teknologi digital mulai mengubah cara seseorang mengenali kondisi kulit, memilih produk, hingga memantau perubahan wajah dari waktu ke waktu.

Baca Juga

Kecerdasan buatan (AI), kamera smartphone, aplikasi kesehatan, serta perangkat pintar menjadi bagian dari perkembangan teknologi kecantikan. Teknologi tersebut menawarkan pendekatan yang lebih berbasis data, meskipun pengguna tetap perlu memahami keterbatasannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AI Mulai Membantu Mengenali Kondisi Kulit

Baca Juga

Salah satu perkembangan yang paling terlihat adalah penggunaan AI untuk menganalisis gambar kulit. Kamera smartphone dapat digunakan untuk mengambil foto wajah, kemudian algoritma menganalisis karakteristik tertentu seperti noda, tekstur atau perubahan pada permukaan kulit.

Penelitian terbaru yang diterbitkan melalui PubMed menunjukkan bahwa sistem AI untuk dermatologi memiliki potensi besar. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap lebih dari 70.000 gambar menemukan performa diagnostik yang cukup tinggi, tetapi hasilnya masih berbeda berdasarkan kondisi penggunaan dan warna kulit.

Baca Juga

Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknologi memang dapat menjadi alat bantu, tetapi hasil analisis digital tidak seharusnya langsung dianggap sebagai diagnosis medis.

Aplikasi Smartphone Makin Banyak Digunakan

Smartphone juga menjadi perangkat penting dalam perkembangan kecantikan digital. Berbagai aplikasi menawarkan fungsi seperti analisis kondisi kulit, pencatatan rutinitas perawatan, pengingat penggunaan produk, hingga konsultasi berbasis digital.

Tinjauan European Academy of Dermatology and Venereology terhadap aplikasi dermatologi di Eropa menemukan 1.746 aplikasi pada 2024. Dari aplikasi yang memenuhi kriteria penelitian, sebagian menggunakan AI untuk berbagai fungsi, termasuk analisis kondisi kulit. Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa validasi ilmiah dan kepatuhan regulasi masih terbatas pada banyak aplikasi.

Artinya, banyaknya aplikasi kecantikan yang tersedia tidak otomatis berarti seluruhnya memiliki tingkat akurasi dan keamanan yang sama.

Perawatan Wajah Menjadi Lebih Personal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi digital juga mendorong perubahan dari rutinitas perawatan wajah yang bersifat umum menjadi lebih personal.

Data yang dikumpulkan dari penggunaan aplikasi atau perangkat tertentu dapat membantu pengguna melihat pola perubahan kulit. Misalnya, seseorang dapat mencatat kondisi wajah setiap minggu dan membandingkannya dengan rutinitas yang dilakukan.

Halaman Selanjutnya

Pendekatan berbasis data seperti ini sejalan dengan perkembangan digital health secara umum. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai teknologi digital dapat membantu menerjemahkan data dan penelitian menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan kesehatan.