Pemain United Legends Carlos Tevez berusaha melewati adangan pemain North London Legends Jermaine Pennant dalam laga eksebisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Pertandingan yang mempertemukan pemain legenda klub Manchester United dengan Arsenal tersebut dimenangkan North London Legends dengan skor 3-2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Legenda Arsenal Thierry Henry mengakui rivalitas melawan Manchester United tetap terasa sengit meskipun kedua tim diperkuat para mantan pemain yang sudah gantung sepatu. Semangat untuk meraih kemenangan masih membara ketika Arsenal Legends menghadapi Manchester United Legends dalam laga 2026 Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10/2026) malam.

Arsenal Legends mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-2 atas Manchester United Legends. Henry, yang menjalankan peran sebagai pelatih di pinggir lapangan mengaku merasakan langsung perubahan suasana pertandingan dari awal yang santai menjadi persaingan yang semakin ketat.

“Awalnya, semua bermain dengan santai dan bersahabat, tetapi menjelang akhir pertandingan, terlihat bahwa setiap pemain benar-benar ingin meraih kemenangan,” kata Henry seusai pertandingan.

Mantan penyerang Arsenal itu mengatakan, pengalaman menjalankan peran sebagai pelatih menjadi sesuatu yang unik baginya. Meski tidak bermain langsung di lapangan, Henry tetap menikmati kesempatan untuk terlibat dalam pertandingan dan menyaksikan para mantan pemain dari kedua tim kembali berkompetisi.

Menurut Henry, hal terpenting bukan hanya hasil pertandingan, melainkan kesempatan bagi semua pemain untuk kembali merasakan atmosfer persaingan. Ia juga bersyukur pertandingan berlangsung tanpa cedera serius.

Henry turut mengapresiasi atmosfer penonton di SUGBK. Ia mengatakan, suporter Manchester United sudah menunjukkan dukungan sejak awal pertandingan. Namun, dukungan dari sisi lain stadion semakin terdengar ketika Arsenal Legends mulai mencetak gol.