Tim pengabdian UNP berdayakan warga huntara Lubuk Buaya lewat Budikdamber
Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang membekali warga hunian sementara (huntara) di Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat dengan pelatihan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program UNP Berdampak (PPUB) 2026, yang diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor 2025, mengembangkan kegiatan produktif dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di lingkungan huntara.
Ketua tim pengabdian Dr. Dessi Susanti, S.Pd., M.Pd dari Departemen Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengatakan dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada Budikdamber dengan komoditas ikan lele dan tanaman kangkung.
"Sistem ini dipilih karena dapat diterapkan pada lahan terbatas dengan pengelolaan yang relatif sederhana," katanya.
Pelatihan yang digelar pada 5-6 September itu, diikuti sebanyak 15 warga huntara Lubuk Buaya, dan melibatkan anggota tim yakni Rini Elisia, S.Pt., M.P, dari Departemen Agroindustri, Tuti Lestari, S.Si., M.Si, dari Departemen Pendidikan IPA, dan Dr. Rose Rahmidani, S.Pd, MM, serta melibatkan sejumlah mahasiswa.
Kegiatan pembukaan dilaksanakan di SMK Negeri 10 Padang, yang berada tidak jauh dari kawasan huntara Lubuk Buaya. Pembukaan dilakukan oleh Camat Koto Tangah yang diwakili Sekretaris Kecamatan Koto Tangah, Bambang Suprianto, S.Sos.
Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan apresiasi kepada UNP yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat huntara melalui kegiatan pemberdayaan. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan sarana, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan, sehingga memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam mendukung proses pemulihan masyarakat setelah bencana.
Peserta Langsung Praktik
Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta langsung mempraktikkan cara menyiapkan dan mengelola Budikdamber bersama instruktur dari SMK Negeri 10 Padang, yang memiliki kompetensi di bidang perikanan.
Peserta mempelajari tahapan dasar pengelolaan Budikdamber, mulai dari persiapan wadah, penempatan benih ikan, penanaman kangkung, pemberian pakan, hingga pemeliharaan kondisi air.
Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan, dan aktif bertanya mengenai cara merawat ikan lele dan kangkung agar dapat tumbuh dengan baik.
Ketua tim pelaksana PPUB UNP, Dr. Dessi Susanti, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemilihan Budikdamber disesuaikan dengan kondisi warga yang tinggal di huntara.
Harapannya, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Warga dapat melanjutkan pemeliharaan Budikdamber dan mengembangkannya sesuai dengan kondisi yang ada.
Langkah Awal Pemulihan Penghidupan
Ketua tim pelaksana PPUB UNP, Dr. Dessi Susanti, S.Pd., M.Pd juga menjelaskan warga yang menjadi sasaran program merupakan masyarakat terdampak banjir dan longsor, yang kini tinggal di huntara Lubuk Buaya.
Kondisi pascabencana turut memengaruhi aktivitas ekonomi, dan sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, menurutnya, pemulihan pascabencana perlu disertai kegiatan yang memberikan keterampilan praktis dan dapat dilakukan masyarakat secara bertahap.
“Budikdamber ini kami posisikan sebagai salah satu langkah awal. Selain dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga, ke depan kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi aktivitas produktif apabila dikelola dengan baik,” ujarnya.
Lima kelompok telah dibentuk dalam kegiatan tersebut. Setiap kelompok diharapkan dapat melanjutkan pemeliharaan unit Budikdamber secara bersama-sama, dan mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi UNP dengan Pemerintah Kecamatan Koto Tangah, dan SMK Negeri 10 Padang. Keterlibatan guru SMK Negeri 10 Padang dalam pelatihan, memberikan penguatan pada aspek teknis budidaya ikan dan tanaman.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Pengabdian UNP berharap keterampilan yang telah diberikan dapat terus dipraktikkan oleh warga huntara Lubuk Buaya.
Dalam jangka lebih panjang, Budikdamber diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus proses pemulihan penghidupan masyarakat pascabencana.
Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan Budikdamber, menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan warga terdampak bencana, khususnya mereka yang kini tinggal di hunian sementara.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan aktivitas produktif dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan penghidupan masyarakat
Kemudian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga, serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dalam proses pemulihan kawasan hunian pascabencana.
