Tim UPK latih guru SD kembangkan game edukatif berbasis gamifikasi - ANTARA News Kalimantan Selatan
Guru mendapatkan materi tentang game-based learning dan pendekatan gamifikasi, kemudian dilatih menggunakan Kahoot! dan Wayground sebagai platform pembelajaran digital.
Banjarmasin (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Kalimantan (UPK) melatih 11 guru SD Negeri Banua Rantau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan untuk mengembangkan game edukatif digital berbasis gamifikasi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.
Pemanfaatan gamifikasi diharapkan dapat menciptakan kegiatan belajar yang lebih menarik dan interaktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), dengan pendanaan Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian (Ditjen Risbang), DPPM Tahun Pendanaan 2026.
Kegiatan mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Kelas Konvensional melalui Pendekatan Gamifikasi dalam Pelatihan Pengembangan Game Edukatif Digital bagi Guru SD.”
Pelatihan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu pada 26 Juni, 24 Juli, dan 4 Agustus 2026.
Setiap pertemuan dirancang secara bertahap sesuai kebutuhan peserta. Rangkaian kegiatan mencakup pengenalan game-based learning, pendekatan gamifikasi, praktik pembuatan game, presentasi hasil karya, dan simulasi penerapannya di kelas.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan media digital dan gamifikasi di sekolah mitra.
Guru SD Negeri Banua Rantau telah menerapkan Kurikulum Merdeka, tetapi pengembangan media pembelajaran digital masih menjadi tantangan.
Pelatihan mengenai gamifikasi juga belum banyak diberikan sehingga pemanfaatan game edukatif dalam pembelajaran belum optimal.
Ketua pelaksana kegiatan, Nana Citrawati Lestari, S.Si., M.Pd., mengatakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran secara mandiri.
Guru tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai platform digital, tetapi juga didampingi untuk menghasilkan game edukatif yang dapat digunakan di kelas.
Menurut Nana, gamifikasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan kegiatan belajar yang lebih menarik.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan media pembelajaran secara kreatif.
Guru juga dapat menyesuaikan permainan dengan karakteristik materi dan siswa di kelas.
Guru mendapatkan materi tentang game-based learning dan pendekatan gamifikasi, kemudian dilatih menggunakan Kahoot! dan Wayground sebagai platform pembelajaran digital.
Pelatihan dilanjutkan dengan praktik pengembangan game menggunakan Canva, Baamboozle, dan Educaplay sesuai materi pembelajaran yang akan diajarkan. Setelah menyelesaikan produk, peserta mempresentasikan hasil karya dan melakukan simulasi penggunaan game di kelas.
Kepala SD Negeri Banua Rantau, Miftahul Jannah, S.Pd.SD., menyampaikan apresiasi kepada Universitas PGRI Kalimantan atas pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi.
Ia berharap pelatihan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak guru di Kecamatan Banua Lawas. Antusiasme juga ditunjukkan oleh guru selama mengikuti rangkaian pelatihan.
Peserta mengikuti kegiatan mulai dari pengenalan platform hingga praktik membuat game edukatif. Salah satu guru peserta, Nanda, mengapresiasi pembelajaran yang diberikan oleh Tim Universitas PGRI Kalimantan.
“Terima kasih untuk Ibu-Ibu dosen Universitas PGRI Kalimantan atas pembelajaran yang disalurkan kepada kami. Bagi kami ini sangat bermanfaat sekali,” ungkap Nanda.
Pendampingan tetap dilakukan setelah rangkaian pelatihan selesai. Tim memberikan evaluasi dan refleksi melalui grup WhatsApp untuk membantu guru mengembangkan media yang telah dibuat.
Pendampingan tersebut juga diarahkan agar guru dapat menerapkan game edukatif dalam pembelajaran secara berkelanjutan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru telah menghasilkan berbagai game edukatif digital yang siap diterapkan di kelas.
Produk tersebut menjadi bentuk nyata penerapan teknologi dalam pembelajaran. Guru juga memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan media sesuai kebutuhan siswa.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif dalam pembelajaran. Penerapan gamifikasi juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama proses belajar.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas PGRI Kalimantan turut mendukung transformasi pembelajaran di sekolah dasar melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pewarta: Firman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.