Bojonegoro (ANTARA) - Turnamen sepakbola antar desa di lapangan Condromowo Desa Talun, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggunakan alat Video Assistant Referee (VAR) dalam membantu wasit pertandingan mengambil keputusan yang akurat melalui tayangan ulang.

Ketua Panitia Putra Bangsa Cup 2026, Mohammad Zainudin, Selasa mengatakan bahwa penggunaan VAR ini baru pertama diterapkan dalam turnamen antar desa di Desa Talun sejak digelar 2018.

"Penggunaan VAR ini untuk membantu wasit saat memimpin pertandingan ketika mengambil keputusan penting dengan memutar ulang video," kata Zainudin.

Dia menjelaskan peralatan VAR menggunakan empat buah kamera beserta kameramen di sudut sekitar lapangan, layar monitor untuk menampilkan hasil rekaman, alat komunikasi antara wasit operator video dan wasit utama maupun asisten wasit, serta sumber listrik dan jaringan pendukung agar seluruh perangkat dapat bekerja dengan baik.

Penggunaannya dimulai pertandingan babak penyisihan grup yang diikuti 27 desa di Kabupaten Bojonegoro. Namun rencananya pada babak 16 besar maupun delapan besar akan menambah empat kamera lagi yang ditempatkan di setiap sisi garis gawang.

"Intinya VAR digunakan membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat pada situasi-situasi krusial, mengurangi potensi kesalahan yang dapat memengaruhi hasil pertandingan dan meningkatkan rasa keadilan bagi tim," jelasnya.

Ketika terjadi insiden penting, lanjut Zainudin, seperti dugaan gol, penalti, kartu merah langsung maupun kesalahan identitas pemain, wasit dapat menghentikan pertandingan sejenak.

Wasit utama berkoordinasi dengan wasit operator VAR untuk memutar ulang rekaman dari beberapa sudut kamera. Setelah melihat hasil tayangan atau menerima informasi dari operator, wasit utama akan mengambil keputusan akhir di lapangan.

"Keputusan tetap berada di tangan wasit utama, VAR hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan sudut pandang yang lebih jelas apabila ada protes dari pemain, sehingga keputusan yang diambil lebih adil dan dapat diterima oleh semua pihak," terangnya.

Menurut dia, respon positif dari pemain maupun official hingga penonton sangat positif karena keputusan wasit lebih objektif. Meskipun baru pertama diterapkan dan penggunaan VAR untuk perangkat pertandingan masih perlu belajar.

"Wasit juga baru pertama menggunakan VAR, namun mendapatkan apresiasi dari PSSI pusat melalui asosiasi kabupaten (Askab) PSSI Bojonegoro," katanya.

Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.