Jakarta, CNBC Indonesia - Uganda berduka setelah Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, penguasa Kerajaan Tooro yang pernah tercatat sebagai raja termuda di dunia, meninggal dunia pada usia 34 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Perdana Menteri Kerajaan Tooro, Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki, melalui unggahan di X pada Kamis (27/8/2026) malam waktu setempat. Ia mengatakan sang raja meninggal sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Namun, penyebab kematiannya belum diungkapkan.

"Dengan kesedihan yang mendalam dan hati yang berat, saya mengumumkan wafatnya Yang Mulia Omukama dari Tooro, Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV," kata Akiiki.

Pilihan Redaksi

  • Raja Harald dari Norwegia Wafat, Sang Pendobrak Tradisi Demi Cinta
  • Mengenal Haakon VIII, Raja Baru Norwegia
  • Eks Presiden Terbukti Bersalah Kasus Suap Proyek PLTA, China Terseret

Rukidi IV merupakan Raja Tooro, sebuah kerajaan kecil di Uganda bagian barat yang berada di dekat perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo.

Meski Uganda merupakan negara republik dengan kepala negara yang dipilih melalui pemilu, negara tersebut masih memiliki sejumlah kerajaan tradisional. Kerajaan-kerajaan itu mempertahankan struktur sebagaimana terbentuk pada masa sebelum kolonial.

Kekuasaan politik para raja tradisional di Uganda kini sebagian besar bersifat simbolis. Namun, mereka tetap memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Rukidi IV naik takhta ketika usianya baru tiga tahun. Ia dinobatkan pada 12 September 1995 setelah ayahnya, Rukirabasaija Patrick David Matthew Kaboyo Olimi III, meninggal dunia.

Dengan penobatan tersebut, Rukidi IV menjadi raja termuda yang masih berkuasa di dunia pada saat itu.

Menteri dalam pemerintahan Presiden Yoweri Museveni, Balaam Barugahara, sebelumnya mengatakan sang raja tengah menjalani perawatan di Amerika Serikat. Namun, tidak diketahui secara pasti penyakit yang dideritanya.

Perdana Menteri Tooro mengatakan wafatnya Rukidi IV merupakan kehilangan yang sangat besar. Sang raja diketahui belum menikah, tetapi Akiiki menyebut Rukidi IV telah meninggalkan seorang ahli waris sehingga keberlangsungan takhta tetap terjamin.

"Ini adalah kehilangan yang tidak terukur," ujar Akiiki, dikutip CNN International, seraya menambahkan bahwa raja telah meninggalkan seorang pewaris dan "keberlangsungan Takhta terjamin."

Kabar kematian Rukidi IV langsung memicu gelombang duka di berbagai platform media sosial Uganda. Media nasional juga ramai memberitakan kepergian sang raja.

Pemimpin oposisi Uganda sekaligus penyanyi pop Bobi Wine turut menyampaikan belasungkawa.

"Berita yang paling menghancurkan! Semoga jiwa Yang Mulia Raja beristirahat dalam kedamaian abadi," tulis Bobi Wine melalui X.

Rukidi IV dikenal sebagai figur muda yang berusaha membawa monarki tradisional tetap relevan di tengah perubahan zaman. Dalam pesan peringatan ulang tahun sang raja pada April lalu, Perdana Menteri Tooro menggambarkan usia muda Rukidi sebagai kekuatan, bukan hambatan.

"Raja kita tidak jauh dari kenyataan yang dihadapi rakyatnya; ia adalah bagian dari generasi ini, bagian dari ekosistem ini, tumbuh, belajar, dan memimpin... Kemudaannya bukanlah keterbatasan; itu adalah sebuah kekuatan. Hal tersebut membawa energi, perspektif baru, dan keberanian untuk membayangkan masa depan yang berbeda bagi Tooro," katanya.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]