UMPR perkenalkan inovasi pendidikan di Filipina

Senin, 12 Oktober 2026 18:46 WIB

Image Print

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Biologi Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (FBIT) UMPR, Fathul Zannah, melalui kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina, Senin (12/10/2026). ANTARA/UMPR.

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), Kalimantan Tengah, memperkenalkan inovasi model pembelajaran ZANNAH Reflective STEM di Filipina sebagai upaya memperluas jejaring pendidikan internasional sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran inovatif berbasis sains dan keberlanjutan lingkungan.

Inovasi tersebut diperkenalkan oleh dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Pendidikan Biologi Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (FBIT) UMPR, Fathul Zannah, melalui kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina, Senin.

"Model pembelajaran tersebut merupakan hasil pengembangan akademik Fathul Zannah yang mengintegrasikan pembelajaran reflektif dengan pendekatan STEM, yakni sains, teknologi, rekayasa, dan matematika," kata Fathul Zannah saat dikonfirmasi dari Palangka Raya.

Dia mengatakan, pendekatan ini dirancang untuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi, penalaran ilmiah, kreativitas, serta pemecahan masalah peserta didik.

Dia menerangkan, ZANNAH Reflective STEM memiliki enam tahapan, yaitu Zone of Scientific Awareness, Analytical Exploration, Neuro-Cognitive Engagement, Novel Insight Construction, Applied STEM Solution, dan Holistic Reflection. Tahapan tersebut mengarahkan peserta didik untuk membangun kesadaran ilmiah, menganalisis persoalan, mengembangkan pemahaman, menghasilkan gagasan, merancang solusi, hingga merefleksikan proses pembelajaran.

Dalam pembelajaran biologi, model tersebut berpotensi diterapkan melalui pendekatan kontekstual dengan mengangkat biodiversitas, kearifan lokal, dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mendorong peserta didik memahami persoalan lingkungan dan merumuskan solusi berdasarkan pengetahuan ilmiah.

Fathul menerangkan, dalam kunjungan tersebut dia didampingi Kepala Sekolah Indonesia Davao (SID) Siti Maspupah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat Sherly. Pada kesempatan itu, Dosen UMPR itu juga menyerahkan buku model pembelajaran ZANNAH Reflective STEM kepada Konsul Jenderal RI di Davao City Agus Trenggono.

"Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari diseminasi inovasi pembelajaran yang dikembangkan akademisi Indonesia kepada jejaring pendidikan di luar negeri," katanya.

Kegiatan ini sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan dan pengembangan kolaborasi pendidikan antara UMPR, Sekolah Indonesia Davao, serta institusi pendidikan di Filipina.

Bagi Program Studi Pendidikan Biologi FBIT UMPR, pengenalan inovasi tersebut menjadi upaya memperluas kontribusi akademik melalui model pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, UMPR berharap inovasi pembelajaran yang dikembangkan sivitas akademika dapat semakin dikenal di tingkat internasional serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan yang reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada penyelesaian masalah nyata.

Baca juga: UMPR buka akses kuliah bagi pekerja melalui program RPL

Baca juga: Gubernur Kalteng minta 668 lulusan UMPR berkontribusi bagi masyarakat

Baca juga: Mahasiswa UMPR raih penghargaan pemakalah terbaik pada The 4th IJESAS di Filipina

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.