VinFast Limo Green Tawarkan Efisiensi Biaya untuk Operasional Armada
Jakarta -
Bagi operator taksi, layanan antar-jemput, hingga pengelola armada perusahaan, biaya bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran yang sulit dikendalikan. Sebab, perubahan harga BBM secara langsung memengaruhi biaya operasional per kilometer dan membuat proyeksi bisnis harus dihitung ulang.
Tantangan tersebut diperkuat oleh POJK Nomor 51/POJK.03/2017 yang mewajibkan lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik untuk menyusun Laporan Keberlanjutan, termasuk kinerja lingkungan dan emisi gas rumah kaca.
Sebagaimana diketahui, bahan bakar kendaraan operasional masuk dalam kategori emisi langsung atau Scope 1. Artinya, komposisi armada tak hanya menjadi keputusan operasional, tetapi juga berkaitan dengan pelaporan keberlanjutan perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VinFast Limo Green untuk Operasional Intensif
Di tengah tantangan biaya operasional dan tuntutan efisiensi, VinFast Limo Green hadir sebagai MPV listrik tujuh penumpang untuk operasional intensif. Mobil ini menawarkan kabin tiga baris, bagasi fleksibel, baterai berkapasitas besar, dan jarak tempuh jauh. Berikut penjelasan soal fitur Limo Green, total biaya kepemilikan, serta jaminan jangka panjang yang ditawarkan.
Dibangun untuk Penumpang, Siap untuk Operasional
Limo Green berfokus pada dua faktor penting bagi armada, yakni kapasitas dan waktu operasional kendaraan. Dengan dimensi 4.740 x 1.872 x 1.729 mm dan wheelbase 2.840 mm, dan tiga baris kursi untuk tujuh penumpang.
Kapasitas bagasinya pun cukup luas mencapai 1.240 liter saat baris kedua dilipat. Sementara fitur pelipatan one-touch pada baris ketiga memudahkan konfigurasi ulang kabin. Ground clearance 180 mm juga memberikan jarak yang cukup untuk kondisi jalan perkotaan Indonesia, termasuk saat kendaraan membawa muatan penuh.
Dari sisi performa, mobil listrik Limo Green menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 280 Nm yang disalurkan ke roda depan. Akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam 10 detik. Limo Green juga memiliki dua mode berkendara, Eco dan Normal, yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan respons kendaraan dan konsumsi energi. Fitur ini relevan untuk armada dengan banyak pengemudi yang memiliki gaya berkendara berbeda.
Daya tahan baterai juga menjadi faktor penting. Baterai lithium-ion 60,2 kWh mampu menempuh hingga 450 km berdasarkan standar NEDC, sehingga mendukung operasional harian tanpa terlalu sering mengisi daya.
Saat perlu mengisi daya, baterai dapat terisi dari 10% hingga 70% dalam sekitar 30 menit. Waktu pengisian ini mendukung kendaraan yang beroperasi sepanjang hari.
Tak hanya itu, VinFast juga mendukung pengisian daya 4.300 titik di seluruh wilayah Indonesia dilengkapi fasilitas pengisian gratis di stasiun pengisian V-Green hingga Maret 2029. Bagi operator, hal ini dapat menekan biaya energi secara signifikan selama periode tersebut sekaligus meminimalkan waktu kendaraan tidak beroperasi.
Penerapan Limo Green di sektor komersial juga tercermin dalam keputusan para pelaku industri. Pada Februari 2026, VinFast menandatangani nota kesepahaman dengan Riline Velocity Express (RVE) dan PT Sentrik Persada Nusantara untuk pengadaan total 400 unit Limo Green. Bagi RVE, penggunaan Limo Green bukan sekadar menggantikan kendaraan konvensional.
"Limo Green tidak hanya meningkatkan kualitas layanan melalui efisiensi operasional dan optimalisasi biaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi kami untuk berperan aktif dalam mendorong transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia," ujar General Manager RVE, Michael Rudolf dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Dari sisi keselamatan, Limo Green dilengkapi dengan empat airbag, kamera belakang, ABS, traction control system, electronic stability control, dan brake assist. Kabinnya pun dibekali filter AC, layar infotainment 10,1 inci, electronic parking brake, serta setir dengan pengaturan teleskopik empat arah. Limo Green tersedia dalam tiga pilihan warna eksterior, yaitu Infinity Blanc, Jet Black, dan Desat Silver, yang dipadukan dengan interior hitam yang praktis untuk penggunaan intensif.
Dua Skema Kepemilikan Limo Green
Limo Green tersedia dalam dua skema kepemilikan dengan struktur biaya berbeda. Pertama adalah berlangganan baterai. Limo Green dibanderol mulai Rp 319 juta OTR Jakarta tanpa baterai, dengan biaya langganan Rp880 ribu per bulan untuk penggunaan hingga 2.000 km dan Rp1,35 juta untuk penggunaan di atas batas tersebut.
Adapun harga promosi dapat berbeda tergantung periode kampanye. Bagi armada, biaya langganan tetap, sehingga biaya baterai tidak terus meningkat seiring bertambahnya jarak tempuh.
Kedua adalah beli putus. Harganya dibanderol mulai Rp 389 juta OTR Jakarta, sudah termasuk baterai tanpa biaya langganan bulanan. Dengan skema ini, kendaraan dan baterai sepenuhnya menjadi aset perusahaan.
Berdasarkan asumsi penggunaan 2.000 km per bulan, kalkulator TCO resmi VinFast mencatat total biaya kepemilikan selama lima tahun sebesar Rp 339,03 juta untuk skema berlangganan baterai, dibandingkan Rp418,1 juta untuk kendaraan bensin yang sekelas. Selisihnya mencapai Rp 79,07 juta atau penghematan sebesar 19 persen per unit. Sementara itu, skema beli putus menghasilkan TCO sebesar Rp 407,91 juta, dengan penghematan Rp 10,19 juta atau sekitar 2 persen.
Penghematan terbesar berasal dari biaya energi. Pada penggunaan 2.000 km per bulan, biaya energi Limo Green tercatat sebesar Rp 657.865, dibandingkan Rp2,275 juta untuk kendaraan bensin yang sekelas. Selisih Rp 1,62 juta per bulan untuk setiap unit tersebut setara dengan penghematan sekitar Rp 19,4 juta per tahun. Jika diterapkan pada 10 unit, penghematannya dapat mencapai sekitar Rp 194 juta per tahun.
General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Gede Sastrawan mengatakan biaya operasional bukan satu-satunya pertimbangan, tetapi menjadi bagian dari nilai ekonomi keseluruhan kendaraan bersama dengan keandalan dan nilai aset.
"Kualitas rancang bangun kendaraan yang kuat, biaya operasional yang rendah karena kebijakan pengisian daya gratis, garansi jangka panjang, serta jaminan nilai jual kembali menjadi faktor utama yang memperkuat keyakinan kami dalam memilih Limo Green untuk mendukung rencana ekspansi dan elektrifikasi armada kami," jelas Gede.
Amankan Investasi Jangka Panjang
Keputusan memilih armada tak hanya bergantung pada harga pembelian dan biaya bulanan. Ada dua faktor lain yang perlu diperhatikan, yakni keandalan dan nilai sisa, yang turut menentukan kelayakan investasi hingga akhir masa penggunaan.
Untuk keandalan, VinFast memberikan garansi kendaraan selama tujuh tahun atau 160.000 km serta garansi baterai selama 10 tahun atau 200.000 km. Perlindungan baterai yang lebih panjang ini menjawab salah satu kekhawatiran terbesar dalam kepemilikan kendaraan listrik untuk kebutuhan komersial.
Sementara untuk nilai sisa, Residual Value Guarantee menjamin hingga 80% sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Program ini berlaku untuk kedua skema kepemilikan, termasuk skema berlangganan baterai.
Adapun jaminan tersebut berlaku dengan sejumlah ketentuan, seperti kendaraan harus lolos inspeksi, berfungsi baik, bebas kerusakan besar akibat kecelakaan, kebakaran, atau banjir, serta memenuhi batas jarak tempuh dan masa kepemilikan.
Bagi operator, skema ini membantu memproyeksikan depresiasi dan merencanakan peremajaan armada. Bagi perusahaan yang wajib menyusun Laporan Keberlanjutan, elektrifikasi armada dapat secara langsung mengurangi emisi Scope 1.
Dengan seluruh keunggulan ini, Limo Green bukan lagi sekadar alat mobilitas. Limo Green menjadi modal yang terus bergerak, menghasilkan nilai sekaligus mempertahankan nilainya.
(prf/ega)