Wagub NTB dorong MotoGP jadi penggerak ekonomi sepanjang tahun
Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri menekankan pentingnya MotoGP Mandalika menjadi mesin penggerak ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sepanjang tahun.
Menurutnya dampak positif dari MotoGP harus meluas ke berbagai sektor mulai dari memperluas jangkauan pasar UMKM, memberi ruang bagi seniman dan budaya lokal, memperkuat pariwisata, hingga menghidupkan kalender pariwisata di seluruh daerah NTB.
"Keberhasilan MotoGP tidak hanya kita lihat dari jumlah penonton, tetapi bagaimana citra Mandalika semakin kuat, wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik, dan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan," kata Wagub NTB dalam keterangan di Mataram, Jumat.
Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun, mencakup dampak langsung, tidak langsung dan lanjutan.
Angka tersebut, menurut Wagub, menunjukkan besarnya peluang yang dapat dikembangkan dari sebuah ajang olahraga internasional. Namun, tantangan berikutnya yakni memastikan manfaat tersebut tidak berhenti ketika ajang selesai.
Salah satu ruang yang terus diperkuat yakni bagaimana keterlibatan UMKM dari tahun ke tahun semakin banyak yang mengambil bagian dalam rangkaian MotoGP dan memperoleh peluang meningkatkan pendapatan.
Ruang yang sama diberikan kepada seniman dan pelaku budaya lokal. Penampilan tari daerah, karya seni hingga tradisi seperti Betabeq terus didorong hadir dalam rangkaian kegiatan sebagai cara memperkenalkan identitas NTB di tengah panggung internasional.
"Semuanya bagian dari kearifan lokal dan mengangkat adat budaya yang ada di NTB," ujarnya.
Karena itu, Pemprov NTB terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar penyelenggaraan ajang internasional tersebut tetap memberi ruang bagi pariwisata lokal, UMKM dan kekuatan budaya daerah.
Strategi tersebut kemudian diperluas melalui kalender ajang daerah yang disusun sejak awal hingga akhir tahun. Mandalika menjadi salah satu magnet utama, tetapi wisatawan diharapkan tidak berhenti di kawasan sirkuit.
"Mereka perlu memiliki alasan untuk tinggal lebih lama, bergerak ke berbagai destinasi, menikmati budaya dan mengikuti berbagai kegiatan di Lombok maupun Pulau Sumbawa," ucapnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah yang mulai dibangun ITDC, yakni menggeser pendekatan dari ekonomi berbasis peristiwa (event-based economy) menuju pengembangan berbasis acara (event-led development). Bagi NTB, perubahan itu berarti menjadikan ajang besar sebagai pengungkit agar aktivitas ekonomi dan pariwisata terus bergerak setelah ajang berakhir.
Pengelolaan kawasan, infrastruktur, fasilitas dan jejaring industri perlu terhubung dengan kalender pariwisata daerah, UMKM, seni, budaya dan berbagai atraksi lokal.
Dengan cara pandang itu, MotoGP tetap menjadi magnet global, tetapi manfaatnya dapat diperluas ke ekosistem yang lebih besar. Temuan Bappenas memperkuat peluang tersebut. Survei terhadap lebih dari 1.800 responden mencatat skor pengalaman penonton sebesar 5,07 dari skala 6.
"Kajian juga memperkirakan eksposur Mandalika berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen apabila didukung promosi destinasi yang terintegrasi," katanya.