sebuah ikhtiar spiritual yang memiliki makna strategis bagi bangsa dan Nahdlatul Ulama

Surabaya (ANTARA) - Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir memimpin Dzikir dan Doa Bersama menyambut Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor PWNU setempat, Surabaya, Minggu.

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan sebuah ikhtiar spiritual yang memiliki makna strategis bagi bangsa dan Nahdlatul Ulama,” kata Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur Dr KH Syukron Djazilan.

Kegiatan bertema "Mengetuk Pintu Samaawat Untuk Muktamar dan Indonesia Selamat" itu diikuti sekitar 800 peserta yang terdiri atas pengurus LDNU Jatim, badan otonom NU, lembaga di lingkungan PWNU Jatim, ulama, tokoh masyarakat, santri, mahasiswa, dan jamaah majelis taklim.

Dzikir dan doa berlangsung khusyuk, dengan sejumlah peserta tampak meneteskan air mata saat mengikuti rangkaian ibadah yang dipimpin KH Abdul Matin Djawahir.

Syukron mengatakan bangsa Indonesia dibangun bukan hanya melalui perjuangan fisik, tetapi juga doa para ulama dan pejuang.

Karena itu, menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Muktamar Ke-35 NU, seluruh warga NU dan masyarakat diajak mengetuk pintu langit melalui dzikir dan doa.

“Semoga Indonesia senantiasa diberi keamanan, persatuan, keberkahan, serta Muktamar NU berlangsung dengan damai, bermartabat, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat dan bangsa," ujarnya.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KHM Balya Firjaun Barlaman mengatakan menjadi pemimpin bukan perkara mudah sehingga diperlukan pertolongan Allah SWT melalui dzikir dan doa.

“Dari sinilah, diperlukan pertolongan dari Allah melalui dzikir dan berdoa,” katanya.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.