Pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah karhutla hanya dengan satu upaya, tetapi perlu upaya lain dan bantuan dari semua pihak

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, termasuk swasta untuk membangun sekat kanal guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Untuk pihak swasta, kami mohon untuk membantu kerja sama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api," kata Diaz dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Diaz menegaskan, pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah karhutla hanya dengan satu upaya, tetapi perlu upaya lain dan bantuan dari semua pihak.

"Di hulu, kami KLH mencegahnya dengan Surat Edaran Menteri LH tentang Larangan Pembukaan Lahan Dengan Cara Membakar, Membina Masyarakat Peduli Api, serta Membangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove," ujar dia.

Baca juga: Karhutla Jambi mulai terkendali, Prabowo minta pencegahan dijaga

Saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (27/8), Wamen LH mengumpulkan sejumlah perusahaan swasta untuk berkoordinasi terkait upaya pemadaman dan pencegahan karhutla, termasuk pembangunan sekat kanal untuk membantu mengatur dan mengalirkan air yang fokus pada lahan gambut, mengingat kebakaran pada lahan gambut dapat terjadi hingga lapisan yang lebih dalam sehingga membutuhkan ketersediaan air secara konsisten.

"Jadi kalau gambut sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, apinya di bawah sekali, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerja samanya," ucap Diaz.

Selain meninjau lokasi, Wamen LH juga turut menyerahkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup berupa 5 unit peralatan pemadaman kebakaran dan 10 boks masker, serta bantuan tambahan dari PT Antam Tbk berupa 1 paket sumur bor dan 5 boks masker medis. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran lahan di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.

Sebagai informasi, fenomena karhutla mulai terdeteksi sejak awal tahun di tengah kondisi cuaca yang kering. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30 ribu hektare sejak Januari hingga Juli 2026. Kondisi ini turut meresahkan masyarakat akibat kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Baca juga: Kemendukbangga beri pemulihan trauma bagi korban gempa & karhutla

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.