Wamenaker: Program pelatihan diselaraskan dengan kebutuhan industri - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong penyelarasan program pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Langkah ini dilakukan agar kompetensi yang diberikan melalui pelatihan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Wamenaker Afriansyah dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Salah satu program strategis yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengakselerasi relevansi kompetensi sumber daya manusia (SDM) degan kebutuhan industri adalah Pelatihan Vokasi Nasional.
Di Maluku Utara, sebanyak 416 tenaga kerja telah menyelesaikan Pelatihan Vokasi Nasional Tahap IV yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate dan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sofifi.
Wamenaker mengatakan, para lulusan pelatihan tersebut dibekali kompetensi untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Ini adalah awal bagi para peserta untuk menerapkan kompetensi yang telah diperoleh di dunia nyata,” ujar Afriansyah.
Lebih lanjut, ia mengatakan kompetensi dan keterampilan yang diperoleh melalui Pelatihan Vokasi Nasional pun diharapkan menjadi modal bagi tenaga kerja di Maluku Utara untuk memasuki dunia kerja dan meningkatkan produktivitas.
Kesiapan tersebut, lanjut Wamenaker, juga diperlukan agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Sementara itu, bagi lulusan program yang belum langsung terserap di pasar kerja, Afriansyah mendorong mereka memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh untuk melihat peluang dan mengembangkan usaha mandiri.
“Kami mengimbau para lulusan untuk memanfaatkan kompetensi tersebut dalam mengembangkan usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” kata dia.
Selain pelatihan vokasi, Kemnaker juga menggelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas di BPVP Ternate.
Wamenaker Afriansyah mengatakan produktivitas tidak sekadar berkaitan dengan kecepatan bekerja, tetapi juga kemampuan menghasilkan keluaran secara efektif, efisien, dan berkualitas serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi hambatan di tempat kerja dan menghadirkan solusi serta perbaikan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Di sisi lain, penutupan Pelatihan Vokasi Nasional Tahap IV di BPVP Ternate diikuti 176 peserta dari 11 paket pelatihan.
Secara keseluruhan, Pelatihan Vokasi Nasional Tahap IV yang dilaksanakan di BPVP Ternate dan Satpel PVP Sofifi menghasilkan 416 lulusan dari 26 paket pelatihan.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.