Wamenekraf: QRIS buka jalan ekraf Indonesia terima pembayaran global - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong penguatan konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS untuk membuka akses yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia dalam menerima pembayaran dari pasar global.
Irene mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mempermudah konektivitas pembayaran bagi pelaku ekraf di luar negeri yang penting untuk pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang berorientasi global.
“Bukan hanya lewat internet, bukan hanya pada saat kita menjemput bola dan mencari customer-customer yang ada, tapi juga nanti cash flow-nya dilakukan lewat Bank Indonesia supaya bayarannya bisa mengalir,” kata Irene dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Sabtu.
Irene mengatakan pelaku ekonomi kreatif Indonesia saat ini tidak hanya menyasar konsumen di dalam negeri, tetapi juga telah mulai memperluas pasar ke berbagai negara. Ia mengatakan beberapa negara seperti Jepang, Amerika, dan juga negara-negara berkembang lainnya cukup menggemari produk dari Indonesia.
Namun, ada beberapa tantangan yang masih menjadi keterbatasan pelaku ekraf yang berjualan di luar negeri. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan akses terhadap rekening perbankan dan mekanisme penerimaan pembayaran di negara tujuan.
“Banyak sekali kalau kita ke Jepang, ke Amerika, ke negara-negara berkembang lainnya, mereka sangat menggemari produk dari Indonesia. Tapi teman-teman kita pada saat berjualan di sana tidak bisa membuka rekening bank dan sangat susah untuk menerima bayaran,” ujar Irene
Ia menilai konektivitas ekonomi kreatif tidak cukup hanya melalui internet untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen di berbagai negara. Kemudahan dalam menyalurkan pembayaran juga diperlukan agar transaksi yang terjadi dapat diikuti dengan arus dana yang lebih lancar.
Menurut Irene, kemudahan dan penguatan sistem pembayaran dapat mendukung pelaku ekonomi kreatif ketika memperluas jangkauan usaha ke pasar internasional.
Salah satu praktiknya saat penggunaan QRIS diperkenalkan dalam kegiatan promosi produk ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri, saat Kementerian Ekonomi Kreatif membawa lebih dari 100 merek dan lebih dari 20 subsektor ekonomi kreatif ke Singapura.
Dalam kegiatan tersebut, transaksi produk Indonesia tidak hanya mengandalkan kartu kredit, tetapi juga menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran.
Ia mengatakan penguatan konektivitas pembayaran digital dinilai dapat menjadi bagian dari infrastruktur pendukung bagi ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas pasar sekaligus memperlancar transaksi, baik di dalam maupun luar negeri.
Pewarta: Fitra Ashari
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.