Warisan Budaya Jadi Jalan UMKM Tembus Pasar Lewat Kawan Nusantara 2026
Berbeda dari sekadar pameran karya seni, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM dan perajin yang selama ini mengembangkan produk berbasis warisan budaya Nusantara.
Founder sekaligus Creative Conceptor TULOLA, Happy Salma mengatakan, tema EVOLUSI dipilih untuk menunjukkan bahwa tradisi akan tetap hidup ketika mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Mengapa Banyak UMKM Gagal Meski Sudah Dapat Modal? Simak Pelajaran Penting dari Program Pemberdayaan Maybank
"Kami percaya tradisi selalu hidup karena manusia terus memaknainya kembali. EVOLUSI adalah pameran tentang bagaimana tradisi, keterampilan, dan nilai-nilai leluhur terus menemukan bentuk baru tanpa kehilangan jiwanya. Melalui Kawan Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat melihat bagaimana warisan budaya terus bertumbuh mengikuti zaman," ujar Happy Salma dalam acara Tulola Jewelry X BCA & Pertamina di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Konsep tersebut diterjemahkan melalui instalasi artistik yang mengangkat perjalanan subeng, ornamen telinga tradisional Bali, yang berkembang dari benda sakral menjadi bagian dari karya desain kontemporer.
Founder sekaligus Creative Designer TULOLA, Sri Luce Rusna mengatakan, pemilihan subeng merupakan hasil riset mengenai perjalanan sebuah produk budaya yang terus berubah mengikuti dinamika masyarakat.
"Perhiasan selalu menjadi penanda zaman. Dalam EVOLUSI, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak berhenti pada bentuk aslinya. Ia berkembang bersama manusia yang menciptakan, mengenakan, dan mewariskannya. Kami memilih subeng sebagai representasi tradisi dan budaya, lalu menerjemahkan perjalanannya ke dalam desain yang berevolusi, mulai dari konteks spiritual hingga kontemporer," kata Sri Luce.
Instalasi tersebut dibagi menjadi empat fase, yakni Persembahan, Ekspresi, Nilai, dan Transformasi, yang menggambarkan perubahan fungsi, bentuk, hingga makna sosial subeng dari masa ke masa.
Selain instalasi, TULOLA juga meluncurkan koleksi Artwear EVOLUSI yang terdiri atas 48 produk, mulai dari anting, subeng, bros, sirkam, kalung, hingga gelang.
Seluruh koleksi mengombinasikan teknik kriya tradisional dengan pendekatan desain modern melalui motif seperti Canang Macan Sinar serta Bunga & Kupu-kupu.
Pameran ini turut melibatkan sembilan jenama kreatif Indonesia, antara lain Camani, Ella & Glo, Glashka, dan Jeffry Tan.
Selain itu, hadir pula berbagai pelaku usaha binaan Bakti BCA, seperti Marista Santividya, Perajin Perak Desa Wisata Taro, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, Linette Bags, Nail Art by MUA Tuli Bakti BCA, Wastraloka, serta mitra binaan Pertamina, Roemah Kebaya Vielga.
Melalui kolaborasi tersebut, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa inovasi lintas sektor dapat memperluas ruang bagi produk budaya Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca Juga: OJK Bidik Kredit UMKM Tumbuh 9 Persen pada 2026, SLIK Jadi Andalan
Kawan Nusantara 2026 juga menghadirkan pameran Heroes of Heritage, yang menampilkan karya hasil kolaborasi Bakti BCA bersama TULOLA dan dua perajin perak Desa Wisata Taro, Bali, yakni I Made Suama dan Ketut Daging.
Pameran tersebut turut menampilkan Keris Pusaka "Keris Wibawa Gunung Raung" karya I Komang Sudena sebagai representasi keberlanjutan tradisi pembuatan keris Bali.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, partisipasi perseroan dalam Kawan Nusantara merupakan bagian dari komitmen mendukung pemberdayaan UMKM sekaligus pelestarian budaya Indonesia.
"BCA melalui payung Bakti BCA turut bangga kembali mendukung ajang Kawan Nusantara. Kerja sama seperti ini merupakan upaya penting untuk memperkenalkan karya-karya para pelaku usaha Bakti BCA ke pasar yang potensial dan masyarakat yang lebih luas. Sinergi multipihak seperti pada ajang Kawan Nusantara harus terus dipertahankan agar industri kreatif dapat terus berevolusi," ujar Hera.
Hal senada disampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron. Menurutnya, partisipasi Pertamina sejalan dengan program perusahaan dalam meningkatkan kapasitas UMKM, khususnya pelaku usaha perempuan di sektor kerajinan dan budaya.
"Pertamina akan menampilkan program pembinaan UMKM dalam pameran nanti. Program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong UMKM untuk naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat," kata Baron.
Baron menambahkan, keikutsertaan Pertamina dalam Kawan Nusantara menjadi salah satu upaya perusahaan mempertemukan dunia usaha dengan sektor budaya dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.
Penyelenggara berharap Kawan Nusantara tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap karya seni dan budaya, tetapi juga memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia melalui kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, komunitas, dan sektor korporasi.