Jombang (ANTARA) - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid ingin agar Muktamar Ke-35 NU menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa maslahat bagi masyarakat di tengah berbagai persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Saya sangat berharap bahwa muktamar ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang bisa membawa maslahat bagi masyarakat," kata Yenny Wahid di Jombang, Jawa Timur, Kamis.

Yenny mengatakan bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar sehingga membutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk ulama, untuk membimbing masyarakat dan pemerintah agar dapat bekerja sama menjaga persatuan bangsa.

Menurut dia, pemerintah dan masyarakat perlu saling mendengarkan agar dapat bersama-sama mencapai tujuan menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran di Indonesia.

"Pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat, masyarakat juga mendoakan pemerintah agar bisa memegang amanah dengan teguh," ujarnya.

Ia menilai tantangan ekonomi global juga perlu menjadi perhatian karena ketegangan politik dunia turut berdampak terhadap kenaikan harga barang.

"Ini semua membutuhkan kerja sama kita semua," katanya.

Yenny berharap Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menjadi forum untuk memilih ketua umum baru, tetapi juga membahas persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan umat.

Selain itu, ia berharap muktamar menjadi momentum untuk membangkitkan kembali muruah NU setelah organisasi tersebut sempat menghadapi berbagai persoalan.

"Semangat untuk menguatkan NU ke depan, menjadi mitra pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan, kemakmuran, dan menjadikan negara Indonesia negara yang kuat dan disegani oleh dunia," katanya.

Hal yang sama sebelumnya juga diutarakan oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Ma'ruf Amin yang mengharapkan Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar dan melahirkan pemimpin terbaik sesuai harapan Nahdliyin.

“Harapannya muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan, dan juga tidak ada proses yang berjalan dengan tidak terpuji, tidak baik," katanya.

Ia juga mengharapkan seluruh peserta muktamar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani dan tuntunan para ulama serta menjunjung tinggi akhlak dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan.

Menurut Wakil Presiden Ke-13 RI itu, seluruh tahapan pemilihan harus berlangsung secara jujur dan terbebas dari praktik politik uang karena cara tersebut tidak sesuai dengan nilai yang dijunjung NU sebagai organisasi keagamaan.

"Ya kita harapkan itu tidak ada, jangan ada, karena tidak layak kalau NU seperti itu," ujarnya.

Muktamar Ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.

Sementara itu, pembukaan Muktamar Ke-35 digelar di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Jombang, Kamis sore. Ribuan Nahdliyin memadati lokasi pembukaan acara tersebut.

Pembukaan itu dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, istri Presiden ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid yakni Sinta Nuriyah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa serta sejumlah pejabat, jajaran pengurus PBNU dan tamu undangan lainnya.

Baca juga: Prabowo nilai NU institusi bersejarah dan berjasa besar bagi Indonesia

Baca juga: Prabowo sampaikan istilah "Jas Hijau" untuk mengenang jasa ulama

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.