Zuckerberg Terus Bakar Uang Demi AI, Pakar Ingatkan Metaverse
Jakarta -
Saham Meta anjlok setelah investor ragu dan khawatir terhadap janji perusahaan untuk terus membakar uang demi proyek-proyek kecerdasan buatan (AI) di tengah penurunan laba. Bahkan ada yang mencemaskan nasibnya akan seperti proyek Metaverse yang akhirnya ambruk.
Saham perusahaan induk Instagram dan Facebook ini merosot hingga 11% setelah laporan keuangan untuk kuartal April hingga Juni menunjukkan bahwa pendapatan mereka tumbuh 28% dari tahun lalu menjadi USD 61 miliar, sementara labanya turun 14% menjadi USD 6 miliar.
Meta menyatakan akan membelanjakan sekitar USD 130 miliar hingga USD 145 miliar tahun ini, yang sebagian besar dialokasikan untuk AI, naik dari USD 125 miliar yang direncanakan hanya tiga bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susan Li, CFO Meta, menyampaikan bahwa menjual teknologi mereka ke perusahaan lain akan membantu mendorong balik modal dari investasi AI. Namun, lini-lini bisnis semacam itu hingga kini belum terwujud.
Arus kas bebas Meta pada kuartal tersebut, yakni sisa kas yang dipegang setelah membayar seluruh beban operasional, di angka USD 784 juta, level terendah dalam setidaknya lima tahun terakhir.
"Uang kas yang dihasilkan kuartal ini hampir seluruhnya tersedot oleh belanja infrastruktur AI. Investor kini harus memutuskan apakah daftar inisiatif AI Meta yang terus bertambah ini merupakan bentuk diversifikasi perusahaan atau justru sebuah pengalihan fokus" kata analis dari Forrester, Mike Proulx.
"Ada sedikit kemiripan dengan kesalahan langkah Meta di metaverse, di mana Meta kembali menghabiskan banyak uang sebelum adanya permintaan produk yang terbukti nyata," tambah Proulx, merujuk pada pengeluaran puluhan miliar dolar sebelumnya untuk pengalaman VR yang ternyata kurang diminati pengguna.
"Saya paham bahwa ini adalah taruhan besar di seluruh industri. Keyakinan pribadi saya adalah orang-orang yang berinvestasi di bidang ini akan merasa sangat puas dan mendapatkan imbal hasil yang sepadan seiring berjalannya waktu," kata Zuckerberg mengenai belanja AI yang dikutip detikINET dari BBC.
Ia menyatakan kemampuan dan model AI Meta mendorong interaksi di Instagram dan Facebook, serta meningkatkan kemampuan usaha kecil untuk membuat iklan. Zuckerberg menambahkan perusahaannya tengah mengembangkan agen AI, yakni chatbot AI yang dapat beroperasi secara agak otonom.
"Segera, kita akan punya agen yang bisa bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu atas nama Anda. Agen pribadi yang luar biasa harus siap langsung dipakai. Saya sangat antusias dan kami akan segera membagikan informasi lebih lanjut. Kami adalah perusahaan terbaik dunia dalam menyekalakan pengalaman bagi miliaran orang," kata Zuckerberg.
Terkait rencana Meta menjual model AI dan alat komputasi kepada perusahaan lain, Zuckerberg mengatakan langkah awal yang diambil adalah membuat model AI Muse Spark miliknya lebih mudah diintegrasikan oleh perusahaan. "Kami berharap dapat membangun bisnis berskala besar untuk perusahaan-perusahaan besar," ujarnya.
(fyk/afr)
TAGSLIHAT LAINNYA