Studi: Banyak Wisatawan Keliru Perkirakan Cuaca di Australia, Jadi Salah Kostum deh
Sydney -
Banyak wisatawan masih keliru memahami musim di Australia. Mereka mengira cuacanya sama dengan negara asal, sehingga datang dengan pakaian yang tidak sesuai musim.
Dilansir dari 9News, Jumat (31/7/2026) sebuah survei terbaru menunjukkan satu dari lima wisatawan datang ke Australia dengan pakaian yang tidak sesuai musim. Kesalahan itu paling banyak dilakukan wisatawan dari belahan bumi utara yang mengira Australia juga sedang mengalami musim panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, musim di Australia berlawanan dengan negara-negara di belahan bumi utara. Saat Eropa dan Amerika menikmati musim panas, Australia justru sedang memasuki musim dingin.
Memang, sejumlah wilayah seperti Queensland, Northern Territory, dan sebagian Australia Barat masih memiliki suhu yang hangat. Namun, kota-kota favorit wisatawan seperti Sydney, Melbourne, Adelaide, hingga Hobart bisa terasa cukup dingin sehingga membutuhkan pakaian tebal.
Survei yang melibatkan 1.500 wisatawan dan dilakukan oleh Casinos Analyzer Australia ini menemukan sebanyak 42% responden tidak mengetahui bahwa Australia sedang mengalami musim dingin. Sementara itu, 44% lainnya beranggapan Australia selalu panas dan cerah sepanjang tahun.
Anggapan tersebut membuat banyak wisatawan datang hanya membawa pakaian tipis. Setelah tiba, mereka terpaksa membeli jaket atau pakaian hangat, bahkan mengubah rencana perjalanan karena cuaca tidak sesuai perkiraan.
Hasil survei juga memperlihatkan wisatawan asal Inggris lebih memahami kondisi musim di Australia dibandingkan wisatawan asal Amerika Serikat. Sebanyak 64% responden asal Inggris mengetahui Australia sedang memasuki musim dingin, sedangkan dari Amerika Serikat hanya 52%.
Padahal, kondisi cuaca di setiap daerah Australia cukup mudah diketahui sebelum berangkat. Wisatawan hanya perlu memeriksa prakiraan cuaca sesuai kota tujuan agar tidak salah menyiapkan perlengkapan.
Sebagai gambaran, suhu rata-rata Sydney pada Juli hanya sekitar 9 derajat Celsius. Bahkan, Pantai Bondi yang identik dengan aktivitas selancar setiap musim dingin menghadirkan arena seluncur es sebagai bagian dari atraksi musiman.
Di Tasmania, suhu rata-rata musim dingin bisa mencapai 5 derajat Celsius, sementara Canberra tak jarang mencatat suhu di bawah titik beku. Meski demikian, musim dingin tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Tasmania dipromosikan sebagai destinasi off season yang nyaman untuk dijelajahi, sedangkan sejumlah resor ski di Australia masih menawarkan beragam aktivitas bagi wisatawan meski musim salju tahun ini tidak terlalu melimpah.
(upd/fem)