BEI Siapkan 2 Opsi Masuknya Pemegang Saham Baru
AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji mekanisme masuknya pemegang saham baru dalam proses demutualisasi bursa. Dua opsi yang disiapkan yakni melalui penerbitan saham baru dan penjualan saham Bursa Efek yang telah dibeli kembali atau treasury stock.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, kedua mekanisme tersebut telah dimungkinkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek.
"Kalau sesuai dengan POJK 13, di situ disampaikan bahwa demutualisasi atau masuknya pemegang saham baru dapat melalui mekanisme penerbitan saham baru maupun penjualan saham dalam treasury," ujar Jeffrey saat ditemui awak media di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: OJK Catat Lonjakan Investor di Tengah Koreksi Bursa Saham
Jeffrey mengatakan BEI belum menentukan apakah akan menggunakan salah satu mekanisme tersebut atau menggabungkan keduanya. Kajian masih dilakukan untuk menentukan skema yang akan diterapkan dalam proses demutualisasi.
"Itu yang sedang kami kaji, bisa salah satunya atau dua-duanya kami lakukan," katanya.
Demutualisasi merupakan perubahan struktur kepemilikan Bursa Efek yang sebelumnya terbatas pada anggota Bursa menjadi dapat dimiliki pihak lain sesuai ketentuan. POJK 13/2026 menjadi landasan hukum bagi perubahan tersebut dan memisahkan kepemilikan saham Bursa Efek dari keanggotaan Bursa.
Selain menentukan mekanisme masuknya pemegang saham baru, BEI juga perlu menyiapkan konsekuensi lanjutan dari perubahan struktur kepemilikan tersebut. Salah satunya terkait kemungkinan pembagian dividen kepada pemegang saham.
Jeffrey mengatakan besaran dividen belum dapat ditentukan. Menurut dia, anggaran dasar BEI saat ini belum memungkinkan adanya pembagian dividen sehingga perlu dilakukan perubahan terlebih dahulu.
Baca Juga: Pramono Anung Optimis Bank Jakarta Melantai di Bursa Efek Tahun Depan
"Draf anggaran dasarnya sudah ada, perubahan anggaran dasarnya akan kami mintakan persetujuan dalam RUPS tersebut," ujar Jeffrey.