BNPB: Korban jiwa akibat gempa NTT bertambah menjadi 103 orang

Selasa, 25 Agustus 2026 17:53 WIB

Image Print

Petugas kesehatan bersiap memindahkan warga terdampak gempa bumi yang sakit dari lokasi pengungsian Gelora Samador ke RSUD TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa bumi untuk memastikan kesehatan para pengungsi terhindar dari berbagai penyakit. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/foc.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per hari ini jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 103 jiwa.

"Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers terkait penanganan gempa di NTT yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa.

Diketahui sebelumnya sejak gempa terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026 hingga Senin (24/8) lalu, jumlah korban adalah sebanyak 100 jiwa. Data terkini menunjukkan bahwa 103 jiwa korban meninggal itu terdiri atas 41 korban jiwa di Kabupaten Manggarai, 34 korban di Manggarai Timur, 13 korban di Nagekeo, 6 korban di Sikka, 5 korban di Ngada, 3 korban di Ende, dan 1 korban di Manggarai Barat.

Berton lalu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, tetangga, kerabat, serta seluruh masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

Berton kemudian menyampaikan bahwa berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Kemudian berdasarkan kelompok usia, korban jiwa terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, serta sisanya merupakan balita dan batita.

Berikutnya, Berton menyampaikan informasi terkait korban luka-luka. Sampai hari ini, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.666 orang yang mengalami luka. Sebelumnya pada Senin (24/8), BNPB mencatat korban yang mengalami luka sebanyak 1.603 jiwa.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.

Menurut Berton, pemutakhiran data korban terus dilakukan oleh BNPB seiring dengan adanya laporan tambahan dari wilayah terdampak gempa.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA.

Pewarta : Tri Meilani Ameliya
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.