Pontianak (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor baru pasar modal di Kalimantan Barat (Kalbar) hingga Juni 2026 sebanyak 204.143 Single Investor Identification (SID).

"Total investor pasar modal Kalbar sendiri sudah mencapai 478.281 SID. Prospek pasar modal di Kalbar sangat baik, mengingat kesadaran masyarakat terkait investasi yang aman dan relatif menguntungkan semakin tinggi," ujar Pjs Kepala Wilayah BEI Kalbar, Ardhy Anto di Pontianak, Rabu.

Ia mengatakan pertumbuhan investor tersebut turut didorong oleh kemajuan teknologi informasi yang semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengakses pasar modal.

Menurut dia, secara demografi investor pasar modal di Kalbar didominasi kalangan muda, sehingga perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan jumlah investor.

Dari sisi transaksi, nilai transaksi pasar modal di Kalbar hingga Juni 2026 tercatat mencapai Rp43,5 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 248 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar Rp17,5 triliun.

Selain pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi, BEI Kalbar juga mencatat penambahan sembilan Galeri Investasi BEI selama semester pertama 2026.

"Dengan penambahan tersebut, saat ini sudah ada 41 Galeri Investasi BEI yang tersebar di seluruh wilayah Kalbar," katanya.

Ardhy mengatakan BEI Kalbar sepanjang semester pertama 2026 telah menginisiasi 233 kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal dengan melibatkan sebanyak 10.928 peserta.

Ia menilai tingginya minat masyarakat terhadap pasar modal juga terlihat dari semakin banyaknya pihak yang tertarik bekerja sama dengan BEI melalui pendirian Galeri Investasi.

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar delapan pihak yang menyatakan ketertarikan untuk mendirikan Galeri Investasi BEI guna bersinergi dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya mengenai pasar modal.

"Selain itu, ada beberapa perusahaan sekuritas baru yang berencana membuka kantor cabang di Kalimantan Barat. Ini menunjukkan prospek pasar modal di Kalimantan Barat sangat menarik," katanya.

Tidak hanya dari sisi investasi, sejumlah perusahaan daerah juga mulai tertarik memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan bagi pengembangan perusahaan.

"Ini menjadi peluang yang baik bagi perkembangan ekosistem pasar modal di Kalbar ke depan," kata Ardhy.

Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.