Kabupaten Sigi upayakan percepat bangun jalan Kalamanta tembus Sulsel
Kabupaten Sigi upayakan percepat bangun jalan Kalamanta tembus Sulsel
Jumat, 16 Oktober 2026 09:21 WIB
Jenazah mantan kepala desa di Kecamatan Pipikoro Sigi terpaksa diangkut menggunakan sepeda motor akibat ruas jalan di wilayah tersebut tidak bisa dilalui mobil, Rabu (14/10/2026). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus berupaya untuk mempercepat pembukaan dan pembangunan akses jalan wilayah Pipikoro Timur, khususnya ruas Kalamanta menuju Seko, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae di Dolo, Sigi, Jumat, mengatakan pentingnya dilakukan langkah strategis dalam pembangunan ruas jalan di wilayah tersebut.
"Kondisi akses jalan di wilayah tersebut hingga kini masih sangat sulit dan terbatas, kami telah berkomitmen segera membuka akses jalan Kalamanta menuju Seko, Kabupaten Luwu Utara," kata Rizal.
Ia mengatakan untuk mewujudkan pembukaan akses jalan tersebut pemerintah daerah sudah melakukan nota kesepahaman kerja sama dengan Bupati Luwu Utara.
"Tentunya jika akses ini sudah terhubung dan dibangun, maka mobilitas masyarakat akan jauh lebih baik sehingga kejadian seperti jenazah diangkut menggunakan motor tidak lagi terjadi di Kabupaten Sigi," ujar dia.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mendorong proses tersebut agar mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat sehingga dapat ditetapkan sebagai akses jalan nasional.
"Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi tentang membuka keterisolasian dan memastikan masyarakat mendapat akses lebih layak, termasuk dalam situasi darurat. Kami sangat memohon masyarakat dapat bersabar, karena kami terus berupaya semaksimal mungkin agar pembukaan akses jalan ini dapat segera terwujud," ujar dia.
Sebelumnya, jenazah mantan Kepala Desa Masewo Sigi Benyamin Noa terpaksa diangkut menggunakan sepeda motor dari Desa Watukilo, Kecamatan Kulawi Selatan menuju Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro.
Perwakilan Keluarga Fadlon Abdoen menuturkan ambulans yang membawa jenazah dari Kota Palu hanya mampu mencapai wilayah Kulawi Selatan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Desa Masewo karena kondisi jalan yang ekstrem dan hanya bisa dilalui roda dua.
"Setelah tiba di Kulawi Selatan menggunakan ambulans, kami menunggu warga setempat yang terbiasa melintasi jalur tersebut untuk mengangkut jenazah menggunakan sepeda motor," kata Fadlon.
Ia pun berharap kejadian itu bisa menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk segera merealisasikan rencana pelebaran dan peningkatan jalan di wilayah Pipikoro.
"Harapannya rencana pelebaran jalan yang pernah disampaikan Pak Bupati bisa segera direalisasikan agar kelak dapat dilalui kendaraan roda empat untuk mempermudah mobilitas masyarakat," ujar dia.
Diketahui pembangunan ruas jalan Gimpu-Peana-Kalamanta Batas yang menghubungkan Kabupaten Sigi dengan Provinsi Sulawesi Selatan sudah dikerjakan sejak tahun 2025.
Ruas jalan tersebut sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026