Kuil Yasukuni Diziarahi Menteri Pertahanan Jepang, Luka Perang Dunia II Kembali Terbuka
Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:06 WIB
VIVA - Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi memberikan penghormatan di Kuil Yasukuni pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kuil ini merupakan simbol militerisme dan agresi negeri Matahari Terbit selama Perang Dunia II.
Baca Juga
Kuil Yasukuni juga sebagai bentuk penghormatan kepada 2,5 juta korban perang, termasuk di dalamnya 14 orang yang didakwa sebagai penjahat perang Kelas A Jepang di Perang Dunia II. Satu di antaranya mantan Perdana Menteri Hideki Tojo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak heran jika Kuil Yasukini menjadi 'duri dalam daging' hubungan Jepang dengan negara tetangga seperti China, Korea Selatan dan Korea Utara, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Baca Juga
Kunjungan Shinjiro Koizumi ke Kuil Yasukuni memicu kemarahan di China dan Korea Selatan, bahkan teguran langka dari sekutu dekat, Amerika Serikat (AS).
Negara-negara tetangga Jepang sejak lama memandang lokasi tersebut dan kunjungan rutin para politisi senior sebagai simbol kegagalan negara itu untuk menebus kekejaman yang dilakukan oleh pasukannya.
Baca Juga
Shinjiro Koizumi juga sudah lama menjadi pengunjung tetap di Kuil Yasukuni. Akan tetapi kunjungan pertamanya sebagai menteri pertahanan membuat Beijing, Seoul, dan Pyongyang geram.
Ia meninggalkan kuil tanpa menjawab pertanyaan wartawan, tetapi kemudian ia mengatakan di Instagram bahwa ia berkunjung untuk "menyampaikan belasungkawa tulusnya kepada para pahlawan yang mengorbankan nyawa mereka yang berharga untuk bangsa".
"Seiring dengan sumpah kami untuk meninggalkan perang, saya menegaskan kembali tekad kami untuk terus memenuhi tanggung jawab kami dalam menegakkan jalan Jepang pascaperang sebagai negara yang damai," klaim dia.
Menteri pertahanan Jepang pernah menghadiri Kuil Yasukuni sebelumnya, yang terakhir adalah Minoru Kihara pada 2024. Junichiro Koizumi, ayah Shinjiro, adalah perdana Menteri terakhir yang mengunjungi Kuil Yasukuni pada peringatan 15 Agustus, pada 2006.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Shinzo Abe melakukannya pada Desember 2013 pada peringatan pertama masa jabatannya sebagai perdana Menteri. Kementerian Luar Negeri China melancarkan protes dan "mengutuk keras" atas kunjungan tersebut.
"Kami telah menyampaikan protes keras kepada pihak Jepang," demikian keterangan resmi Kemlu China. Duta Besar China dan Rusia untuk Jepang juga mengeluarkan pernyataan bersama tentang pengorbanan negara mereka dalam Perang Dunia II, seperti yang dilaporkan oleh Jiji Press.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Kepulauan Kuril di wilayah timur jauh Rusia untuk pertama kalinya, yang memicu protes keras dari Jepang, yang juga mengklaim wilayah tersebut.