Lapas Nusakambangan terima hibah alsintan untuk mendukung ketahanan pangan
Lapas Nusakambangan terima hibah alsintan untuk mendukung ketahanan pangan
Selasa, 28 Juli 2026 16:54 WIB
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto (kanan) menerima secara simbolis hibah alat mesin pertanian dari Direktur PT Perintis Sukses Abadi Rio di Pantai Bantar Panjang, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). ANTARA/Sumarwoto
Cilacap (ANTARA) - Lembaga pemasyarakatan (lapas) Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menerima hibah alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor mini dan mesin pemanen padi untuk mendukung program ketahanan pangan serta percepatan pengembangan lahan pertanian di kawasan tersebut.
Hibah diserahkan secara simbolis Direktur PT Perintis Sukses Abadi Rio kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, disaksikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Pantai Bantar Panjang, Nusakambangan, Selasa.
Alsintan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pencetakan sawah baru seluas 120 hektare, dengan realisasi awal mencapai 30 hektare di kawasan Solok Jero.
Dalam kesempatan itu, Rio mengatakan hibah dua unit alsintan itu merupakan tahap awal dukungan perusahaan terhadap program ketahanan pangan Kementerian Imipas.
"Saya mempunyai mimpi ingin berkontribusi yang baik untuk Negara Republik Indonesia. Insya Allah ke depan bisa puluhan bahkan ratusan yang akan kami hibahkan kepada kementerian," kata pengusaha asal Blora tersebut.
Selain alsintan, pihaknya juga menyiapkan bantuan mesin pengering limbah peternakan yang dijadwalkan tiba di Indonesia bulan depan.
Menurut dia, teknologi tersebut mampu menurunkan kadar air limbah hingga 10-15 persen sehingga dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi lebih tinggi.
Ia mengharapkan dukungan itu dapat membantu menyukseskan program pemerintah sekaligus memberi manfaat bagi sektor pertanian.
Terkait dengan hibah tersebut, Menteri Imipas Agus Andrianto mengapresiasi kepedulian sektor swasta yang mendukung pengembangan ketahanan pangan di Nusakambangan.
Menurut dia, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan sekaligus memperkuat kerja sama dengan masyarakat yang menggarap lahan milik kementerian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur PT Perintis Sukses Abadi atas kepeduliannya memberikan bantuan. Kami juga terus membuka ruang dan mengajak semua pihak, baik kalangan swasta, badan usaha milik negara, maupun instansi pemerintah lainnya untuk terus bersinergi mendukung seluruh program pemerintah," katanya.
Ia menegaskan kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pelaksanaan program prioritas Presiden, termasuk ketahanan pangan.
Agus meminta seluruh jajaran pemasyarakatan memanfaatkan bantuan alsintan secara optimal agar mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberi kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala KSP Dudung Abdurachman mengatakan transformasi Nusakambangan menunjukkan lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, juga mampu menjadi pusat pembinaan yang produktif melalui pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, dan pemberdayaan warga binaan.
Menurut dia, program tersebut sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Oleh karena itu, KSP akan terus mengawal pelaksanaan program strategis, termasuk memfasilitasi penyelesaian hambatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Ia menilai keberhasilan pengembangan Nusakambangan layak menjadi percontohan karena membuktikan pembinaan warga binaan dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
"Saya bersama Kantor Staf Kepresidenan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pak Agus dan mudah-mudahan ini nanti akan saya laporkan kepada Bapak Presiden sebagai percontohan," katanya.
Dudung juga mengapresiasi hibah alsintan tersebut sebagai wujud kolaborasi pemerintah dan swasta dalam mendukung program strategis nasional.
Baca juga: KSP minta warga binaan Nusakambangan tidak mengulangi pelanggaran hukum
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.