Musisi Jogja Peduli kirim bantuan ke wilayah terdampak bencana NTT

Kamis, 10 September 2026 20:10 WIB

Image Print

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (dua kiri) secara simbolis melepas armada truk pembawa bantuan logistik yang akan berangkat ke lokasi terdampak bencana NTT dalam acara di Joglo Songo, Kalurahan Gilangharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Musisi Jogja Peduli mengirimkan bantuan logistik dalam tiga truk ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai wujud kepedulian sekaligus untuk meringankan beban warga di wilayah tersebut.

Inisiator Musisi Jogja Peduli sekaligus personel grup musik NDX AKA, Yonanda Frisna Damara, di Bantul, Kamis, mengatakan bantuan tersebut diperoleh melalui donasi yang dihimpun saat acara konser amal pada 1 September lalu.

"Seluruh pengeluaran dan pemasukan akan kami bagikan secara transparan. Kami mohon dukungannya, semoga niat baik kami ini berjalan dengan lancar dan memberi manfaat bagi semua yang di sana," katanya.

Ia menyebut paket bantuan yang dilepas secara simbolis di Joglo Songo, Kalurahan Gilangharjo, di antaranya 18 ton beras, 1.000 selimut, 1.000 handuk, 1.000 terpal, 250 kaus Musisi Peduli Jogja, 1.000 kaleng sarden, 850 biskuit bayi, 1.000 biskuit dewasa, 640 kaleng susu kental manis, serta 370 paket Gudeg Pusat Mbarek.

Musisi Jogja Peduli juga mengirimkan perwakilan atau relawan ke lokasi terdampak bencana NTT untuk memantau kondisi di lapangan dan memastikan kebutuhan masyarakat setempat tercukupi.

“Tiga relawan dari Musisi Jogja Peduli tadi pagi sudah berangkat ke sana. Besok Senin, 14 September 2026 kami akan menyusul,” katanya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan apresiasi kepada Musisi Jogja Peduli dengan hadir secara langsung dalam acara simbolis pelepasan bantuan tersebut.

Ia menilai kegiatan amal tersebut bentuk gerakan kemanusiaan yang lahir secara organik dari masyarakat maupun komunitas.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul saya mengapresiasi dan ini hal yang sangat membanggakan bagi warga Bantul, ternyata musisi-musisi kita ini garang di panggung, tapi lembut hatinya,” katanya.

Menurutnya, bentuk kepedulian semacam itu telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat DIY yang mempunyai jiwa kepedulian tinggi terhadap daerah terdampak bencana di Indonesia.

"Inilah kebudayaan kita. Bukan hanya seni, tetapi sampai pada karakter, pandangan hidup, dan solidaritas,” ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026