Karawang (ANTARA) - Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Jawa Barat (Jabar) hingga akhir Juli 2026 telah mencapai 55 persen dari total alokasi 2026 sebanyak 1.070.997 ton, di tengah terjadinya pergeseran musim tanam sebagai dampak dari musim kemarau.

"Realisasi penyaluran pupuk hingga akhir Juli ini mencapai 589.991 ton atau 55 persen dari total alokasi," kata Vice President Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Cindy Sistyarani saat dihubungi dari Kabupaten Karawang, Rabu.

Ia menyampaikan, jumlah penyaluran pupuk tersebut menunjukkan penyaluran pupuk subsidi terus berjalan, guna memenuhi kebutuhan petani di wilayah Jawa Barat.

Menurut dia, pada musim kemarau terjadi pergeseran musim tanam yang berdampak terhadap perubahan pola permintaan pupuk di berbagai daerah di sekitar Provinsi Jawa Barat.

Untuk mengantisipasi perubahan pola permintaan pupuk itu, katanya, PT Pupuk Indonesia terus memantau penebusan melalui i-Pubers, sebuah sistem atau aplikasi digital yang dibuat oleh Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mencatat, mengatur, dan mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani secara tepat sasaran.

Cindy juga menyampaikan, Pupuk Indonesia terus menjaga pupuk bersubsidi tetap tersedia serta melakukan pengawasan terhadap penyalurannya secara digital maupun di lapangan agar pupuk dapat diterima petani yang berhak secara tepat waktu, tepat jumlah, dan sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Pupuk Indonesia, katanya, terus menjaga kesiapan pasokan pupuk untuk mendukung pemenuhan kebutuhan petani sesuai alokasi tahun 2026.

"Kami akan terus memantau perkembangan penebusan, posisi stok, dan distribusi pupuk secara berkala untuk memastikan ketersediaan pupuk tetap terjaga sesuai kebutuhan petani," katanya.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.