Pemkab Berau buka kesempatan kerja lewat Job Fair 2026 guna perkuat ekonomi - ANTARA News Kalimantan Timur
Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur membuka lowongan kerja lewat "Berau Job Fair 2026" untuk menyalurkan tenaga kerja dan memperluas ruang gerak ekonomi masyarakat luas di daerah itu.
"Untuk memastikan tenaga kerja lokal mampu bersaing, Balai Latihan Kerja terus dimaksimalkan meningkatkan kompetensi. Pemda tidak hanya memberi kesempatan, tapi juga mempersiapkan sumber daya manusia yang siap pakai, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan industri," ujar Wakil Bupati Berau Gamalis di Tanjung Redeb, Kamis.
Setelah pihaknya berhasil meningkatkan kompetensi warga, langkah berikutnya menggandeng pihak swasta dalam "Berau Job Fair 2026" di SM Tower and Convention, Rabu (29/7).
Bursa kerja tersebut menjadi jembatan penghubung antara ribuan pencari kerja dengan dunia usaha, sekaligus menjadi langkah nyata memperkuat fondasi ekonomi yang berakar hingga wilayah pedesaan.
Sebanyak 26 perusahaan dari berbagai sektor hadir membuka rekrutmen tenaga kerja, memfasilitasi 2.740 pencari kerja yang terdata untuk bertemu langsung, menyerahkan berkas, dan mengikuti seleksi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.
Ia mengatakan tingkat pengangguran terbuka Berau pada 2025 tercatat 4,4 persen, turun signifikan dari 5,15 persen pada tahun sebelumnya.
"Ini tanda perbaikan nyata, namun kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha harus terus diperkuat. Setiap kesempatan kerja yang terisi adalah satu roda ekonomi yang berputar lebih kencang," ujarnya.
Ia menegaskan perusahaan yang beroperasi di wilayah ini wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai keahlian yang dibutuhkan.
Ketersediaan kesempatan kerja yang merata, katanya, menjadi kunci agar dampak kemajuan tidak hanya terasa di pusat kota, melainkan mengalir kembali ke desa-desa.
Ketika warga desa memiliki pekerjaan yang layak, ujar dia, daya beli masyarakat meningkat, usaha mikro tumbuh subur, dan sirkulasi uang berputar di dalam wilayah sendiri.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga diarahkan memperkuat pendampingan, pemantauan, dan evaluasi agar seluruh aturan ketenagakerjaan berjalan tertib, melindungi hak pekerja sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Melalui langkah ini, ia berharap, angka pengangguran terus tertekan sekaligus membangun fondasi ekonomi desa yang lebih kokoh.
Ia optimistis kemandirian ekonomi daerah lahir ketika warganya memiliki pekerjaan layak, setiap rupiah yang dihasilkan mampu berkontribusi mengangkat kesejahteraan bersama, dari pusat hingga ke pelosok desa.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.