Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, memperkuat riset perkebunan kelapa sawit bersama peneliti Jepang dari Tohoku University sebagai upaya memperkuat kolaborasi penelitian internasional guna mengembangkan sektor perkebunan berkelanjutan daerah itu.

“Riset strategis ini juga berjalan atas kolaborasi erat dengan mitra domestik, yaitu Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh serta Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia,” kata Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan dalam keterangan diterima di Nagan Raya, Senin.

Tim peneliti senior yang hadir terdiri atas Dr Yuta Hara selaku Assistant Professor di Tohoku University Jepang, dan Dr Kenji Nagasaka  selaku Tohoku Professional Agriculture and Forestry University.  Keduanya tengah fokus melakukan kajian mendalam mengenai keberlanjutan sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya.

Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menyambut hangat kerja sama ini. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tohoku University serta seluruh mitra yang terlibat atas komitmen mereka memajukan sektor perkebunan lewat pendekatan ilmiah.

Menurutnya, riset kolaboratif seperti ini sangat penting sebagai fondasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang adaptif terhadap tantangan global.

“Sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, hingga kini tetap menjadi motor penggerak utama perekonomian masyarakat Nagan Raya. Oleh karena itu, pengembangannya harus terencana, berbasis data (research-based code), dan wajib menjaga kelestarian lingkungan,” katanya menambahkan.

Baca: Pemkab Nagan Raya temui Kementerian ATR bahas pengembalian eks HGU

Ia berharap hasil akhir dari kajian bersama ini dapat menjadi referensi regulasi yang kuat bagi pemerintah daerah.

“Untuk memastikan sektor ini terus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang lestari, diperlukan kajian yang berkesinambungan dengan memperhatikan segala aspek daya dukung lingkungan di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Dr Yuta Hara mengatakan hasil kajian ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dan aplikatif bagi daerah.

“Kami berharap hasil penelitian ini melahirkan rekomendasi ilmiah yang bermanfaat untuk mendukung tata kelola perkebunan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan membawa dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat Nagan Raya,” ujarnya.

Dr Kenji Nagasaka menjelaskan bahwa pemilihan Nagan Raya sebagai lokus penelitian didasari oleh profil daerah yang sangat potensial di sektor agraria.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.