PLN Natuna jaga keandalan pasokan listrik di perbatasan

Rabu, 14 Oktober 2026 17:56 WIB

Image Print

Alat pengukur milik PLN Natuna di Embung Sebayar Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natuna, Kepulauan Riau, menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah perbatasan melalui pemeliharaan mesin, pemangkasan pohon yang mendekati jaringan, serta pemasangan pelindung kabel untuk mencegah gangguan akibat hewan.

Manajer ULP PLN Natuna Tasnim, dikonfirmasi di Natuna, Rabu, mengatakan pemeliharaan jaringan berupa pemangkasan pohon dilakukan secara berkala dan bergiliran dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Ia menjelaskan, pemeliharaan terkadang mengharuskan penghentian sementara pasokan listrik di wilayah terdampak demi menjaga keselamatan petugas dan jaringan selama pekerjaan berlangsung. PLN akan menginformasikan jadwal pemadaman kepada masyarakat sebelum pemeliharaan dilakukan. Kegiatan terbaru dijadwalkan pada Kamis pagi (15/10).

Menurut dia, pemeliharaan jaringan diperlukan untuk mengantisipasi gangguan pada jaringan listrik tegangan menengah 20 kilovolt (kV). ULP Natuna mencatat gangguan dapat disebabkan oleh cuaca, seperti hujan, petir, dan angin kencang, serta hewan, seperti kelelawar dan tupai. Selain itu, pohon yang mendekati jaringan juga berpotensi mengganggu pasokan listrik.

“Pemeliharaan yang dilakukan berupa pemangkasan pohon yang mendekati jaringan 20 kV dan pemasangan pelindung untuk mencegah gangguan akibat hewan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, kondisi pasokan listrik di Pulau Bunguran Besar saat ini masih didukung oleh daya mampu pembangkit sebesar 9,65 megawatt (MW), dengan beban puncak rata-rata mencapai 8,9 MW. Berdasarkan data tersebut, terdapat selisih daya sebesar 750 kilowatt (kW).

Tasnim mengatakan, mesin-mesin pembangkit listrik saat ini dalam kondisi baik dan siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat. Dari total 11 mesin yang tersedia, sembilan mesin siap beroperasi, sedangkan dua mesin lainnya sedang menjalani pemeliharaan.

"Surplus daya saat ini sekitar sebesar 750 kilowatt," ujar dia.

Ia menambahkan, pertumbuhan beban listrik di Pulau Bunguran Besar masih berada dalam jangkauan daya mampu pembangkit yang tersedia.

Meski demikian, PLN tetap melakukan pemeliharaan jaringan secara berkala untuk meminimalkan risiko gangguan dan menjaga keandalan pasokan listrik.

Tasnim menegaskan, saat ini tidak ada pemadaman listrik bergilir di Pulau Bunguran Besar. Pemadaman hanya dilakukan apabila diperlukan untuk pemeliharaan jaringan, dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat.

"Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keandalan sistem kelistrikan di Pulau Bunguran Besar," katanya.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.