Pemerintah Kota Serang akan kembali menggelar Surosowan Run dengan mengusung konsep olahraga sekaligus wisata sejarah. Memasuki penyelenggaraan kedua, ajang lari ini ditargetkan diikuti sekitar 3.000 peserta, termasuk pelari dari luar Banten.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan Surosowan Run tidak hanya ditujukan untuk mendorong masyarakat berolahraga, tetapi juga memperkenalkan kembali sejarah Kesultanan Banten kepada masyarakat luas. Nama Surosowan Run diambil dari Keraton Surosowan, salah satu peninggalan penting Kerajaan Banten yang berada di kawasan Banten Lama, Kota Serang.

"Surosowan Run ini selain memang kita mendorong orang untuk bisa berlari, tapi berlari di kawasan Banten Lama sambil refleksi sejarah," ujar Agis kepada Katadata.co.id baru baru ini.

Menurutnya, kawasan Banten Lama memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari kejayaan Kerajaan Banten. Pada masa tersebut, Banten berkembang sebagai salah satu pusat perdagangan penting sebelum kehadiran Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Karena itu, rute Surosowan Run akan membawa peserta melewati sejumlah situs bersejarah di kawasan Banten Lama. Peserta tidak hanya berlari, tetapi juga dapat mengunjungi berbagai peninggalan Kerajaan Banten seperti Keraton Surosowan dan Benteng Speelwijk.

"Konsepnya adalah lari sambil berwisata sejarah di kawasan Banten Lama," katanya.

Target 3.000 Peserta

Pada penyelenggaraan pertama, jumlah peserta Surosowan Run masih berada di bawah 2.000 orang. Tahun ini, Pemkot Serang menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi sekitar 3.000 orang.

Selain meningkatkan jumlah peserta, pemerintah juga ingin menarik lebih banyak pelari dari luar Banten. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga, tetapi mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Serang.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Agis mengatakan Pemkot Serang menyiapkan paket wisata yang dikemas dalam program Serang City Tour. Peserta dapat mengikuti tur keliling Kota Serang maupun kawasan Banten Lama sebelum atau setelah mengikuti lomba lari.

"Selain sehat dan bugar, peserta juga mendapatkan suasana ataupun pembelajaran dari sejarah-sejarah Banten masa lalu yang sangat luar biasa," ujarnya.

Pemkot Serang juga akan menghadirkan unsur kebudayaan lokal dalam rangkaian kegiatan, termasuk pertunjukan debus dan berbagai budaya khas Banten lainnya.

Bidik Perputaran Ekonomi Rp5 Miliar

Penyelenggaraan Surosowan Run juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah berharap kunjungan peserta dari luar daerah dapat meningkatkan aktivitas usaha di sektor kuliner, UMKM, hotel, restoran, hingga perdagangan.

Agis mengatakan Surosowan Run menargetkan 3.000 peserta dan masing-maisng diasumsikan membelanjakan sekitar Rp500.000 selama berada di Serang, potensi belanja langsung peserta diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Namun, pemerintah menargetkan dampak ekonomi yang lebih besar setelah memperhitungkan aktivitas ekonomi lain yang muncul dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Belum termasuk efek mulai dari merchandise, kemudian UMKM, hotel dan segala macamnya. Itu akan lebih dari target kita, minimal Rp5 miliar efek dari adanya Surosowan Run yang berputar di Kota Serang," katanya.

Pemkot Serang berharap dampak ekonomi tersebut dapat menyebar ke berbagai sektor, tidak hanya pelaku UMKM.

Menurutnya, semakin banyak wisatawan yang datang ke Serang akan mendorong peningkatan aktivitas hotel, restoran dan sektor pariwisata lainnya. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan turut meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pariwisata.

Dorong Wisata Banten Lama

Pemkot Serang juga melihat Surosowan Run sebagai bagian dari strategi untuk memperkenalkan kembali Banten Lama sebagai destinasi wisata sejarah.

Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar karena menyimpan berbagai peninggalan Kerajaan Banten. Namun, potensi tersebut masih perlu diperkuat melalui promosi dan sosialisasi agar semakin banyak wisatawan datang.

"Target kita adalah sekaligus promosi wisata, khususnya kawasan Banten Lama," ujarnya.

Selain paket Serang City Tour, pemerintah akan mendorong berbagai kegiatan pendukung agar peserta tidak langsung meninggalkan Serang setelah mengikuti lomba. Dengan begitu, lama tinggal wisatawan dan belanja mereka di Kota Serang diharapkan meningkat.

Pemkot Serang juga menilai dukungan infrastruktur digital penting untuk mendukung konsep sport tourism tersebut. Konektivitas internet dibutuhkan agar peserta dapat membagikan pengalaman mereka selama mengikuti Surosowan Run melalui media sosial.

Pemerintah berharap aktivitas tersebut dapat menjadi promosi secara organik bagi Kota Serang dan kawasan Banten Lama.

"Sehingga mereka melakukan posting dari apa yang mereka lakukan selama kegiatan Surosowan Run," katanya.