Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa tolak ukur keberhasilan pembangunan digital di Indonesia bukan lagi sekadar seberapa luas wilayah yang terhubung, melainkan sejauh mana konektivitas tersebut mampu memberdayakan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Angga saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 yang digelar di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).

"Yang perlu terus kita tanyakan bukan hanya seberapa jauh Indonesia telah terhubung, tetapi apa yang berubah setelah masyarakat itu terhubung. Inilah arah pembangunan digital yang perlu terus kita dorong, dari sekadar menghubungkan menjadi memberdayakan," ujar Angga saat membacakan amanatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angga merinci, tolak ukur pemberdayaan tersebut harus terlihat dari dampak nyata di lapangan. Ia mempertanyakan apakah akses internet saat ini telah membuat anak-anak memperoleh akses belajar yang lebih baik, atau apakah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berhasil menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, Wamenkomdigi juga menyoroti pentingnya teknologi dalam mempermudah akses layanan publik bagi warga. Menurutnya, setiap kemajuan teknologi pada akhirnya harus bermuara pada kehidupan masyarakat yang lebih mudah, produktif, dan aman.

"Manfaat itu harus dirasakan oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia tanpa terkecuali," tegasnya.

Untuk mencapai tahap tersebut, Angga menyebut transformasi digital di Tanah Air harus dibangun secara utuh. Tidak hanya menyoal pemerataan jaringan yang berkualitas, tetapi juga harus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh melalui peluang ekonomi dan inovasi, dengan tetap berada di dalam ekosistem digital yang aman dan terpercaya.

(csr/har)