Rabu, 30 September 2026 - 16:51 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Herbuwono menyebut mayoritas infeksi influenza A adalah jenis penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri, meski pemantauan perkembangan kasus dan tingkat keparahan tetap dilakukan pemerintah.

Baca Juga

"Ini adalah self-limiting disease, penyakit yang sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Jadi tidak berbahaya influenza A tersebut," ujar Dante dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu, (30/9/26).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dante juga mengatakan berdasarkan kondisi yang dipantaunya saat ini tidak terdapat peningkatan kasus influenza yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga

Menurut dia, pola penyebaran influenza A serupa dengan influenza pada umumnya dan cenderung meningkat menjelang musim hujan di Indonesia, kemudian menurun pada Februari-Maret.

Terkait informasi mengenai influenza A, Dante meminta masyarakat menyikapinya secara proporsional dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Baca Juga

"Jangan ini digoreng dan dijadikan berita yang viral, sehingga seolah-olah menakutkan. Padahal tidak sama sekali, influenza A ini biasa saja kayak influenza biasa," tuturnya.

Influenza A merupakan salah satu jenis influenza yang disebabkan oleh virus influenza A dan dapat menular melalui percikan pernapasan.

Gejala infeksi influenza A antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas.

Kementerian Kesehatan memantau influenza melalui surveilans pada 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 balai karantina kesehatan. Berdasarkan laporan hingga minggu ke-38, aktivitas influenza berada pada kategori sedang.

Data surveilans yang dirujuk Kemenkes juga menunjukkan positivity rate influenza pada minggu ke-38 mencapai 56 persen. Virus yang dominan di Indonesia saat ini adalah influenza A(H1N1) pdm09.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah provinsi tercatat memiliki proporsi kasus positif influenza cukup tinggi, antara lain Sulawesi Tenggara sebesar 37 persen, DKI Jakarta 31 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung 29 persen.

Meski sebagian besar penderita influenza pulih tanpa perawatan khusus, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut influenza dapat menyebabkan penyakit berat, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta. (Ant)

Ilustrasi virus Influenza.

Mengenal Influenza A yang Ramai Dibahas, Gejala dan Cara Mencegahnya

Kasus influenza A saat ini tengah ramai diperbincangkan di media social karena kasusnya disebut meningkat. Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui

VIVA.co.id

19 September 2026